Tol Medan-Tebing Tinggi Mengalami Kemacetan di Hari Kedua Lebaran


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Memasuki hari kedua perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah, Kamis (6/6), arus lalu lintas di gerbang jalan tol Amplas Medan, Sumatera Utara mengalami kemacetan.

Kemacetan terjadi di gerbang tol dari arah Medan menuju Kualanamu dan Tebing Tinggi. Sedangkan dari arah sebaliknya arus lalu lintas terpantau ramai lancar.

Tingginya volume kendaraan diduga masih banyaknya warga yang melakukan mudik ke kampung halaman maupun mudik jarak dekat serta berlibur keluar kota Medan.

Direktur Operasional Ruas Tol MKTT, Agus Cholid mengatakan, pergerakan arus kendaraan di gerbang tol Amplas mulai padat akibat tingginya volume kendaraan dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.

“Hari ini padat sekali kendaraan dari arah Medan menuju Siantar,” Katanya, seperti yang dilansir dari Antara, Kamis (6/6).

Ia menambahkan, hingga Kamis (6/6) malam, jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalur tol Medan-Kualanamu-Tabing Tinggi (MKTT) terus bertambah

“Hari ini diperkirakan mencapai 48.000 kendaraan,” ungkapnya

Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan pihaknya telah menyediakan mobile reader atau alat top up. Alat ini dioperasikan dengan harapan antrian-antrian panjang tidak terjadi lagi di pintu tol untuk transaksi.

“Kita ada posko lebaran dan menambah alat top up (mobile reader) untuk melayani lonjakan pengendara yg melakukan top up,” jelasnya

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Petani dan Musim Semi

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close