Terkait Terbakarnya Pasar Ateh, Pengamat: Sudah Tidak Layak Ditempati

0
25
Pasar Atas Bukittinggi terbakar
Pasar Atas Bukittinggi terbakar pada Senin pagi, 30/10/2017. (Foto: Istimewa)

PADANG, SERUJI.CO.ID – Pengamat Tata Kota dari Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat, Dr Eko Alvares Z mengemukakan bahwa pembangunan Pasar Ateh (Pasar Atas) Kota Bukittinggi perlu ditata ulang dari bangunan awal.

“Sejumlah bangunan Pasar Ateh sudah tidak layak ditempati, serta keamanannya tidak terjamin jika terjadi keadaan darurat. Maka dari itu perlu dirombak dari bentuk awal melalui pemerintahan kota setempat,” katanya di Padang, Kamis (2/11).

Penataan ulang pembangunan Pasar Ateh Kota Bukittinggi pascakebakaran harus melibatkan ahli khusus konstruksi bangunan agar tidak terjadi kerugian besar jika kebakaran kembali melanda.

“Kebakaran yang melanda Pasar Ateh hingga menghabiskan 1.000 lebih kios ini sebenarnya bisa diperkecil kerugiannya atau dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut dengan memperhatikan kelengkapan bangunan untuk menghadapi keadaan darurat,” tambahnya.

Peraturan bangunan dan lingkungan, seperti aturan tentang keselamatan serta keandalan bangunan merupakan salah satu syarat mendirikan bangunan.

Dalam mendirikan bangunan harus memperhatikan dua macam pengamanan yang terdapat pada peraturan bangunan dan lingkungan yakni pengamanan pasif dan aktif.

Pengamanan pasif yakni berhubungan dengan desain bangunan. Contohnya bangunan rumah toko (ruko) bagian depannya tidak boleh tertutup semua, karena akan menyulitkan memadamkan api bila terjadi kebakaran.

Sedangkan pengaman aktif meliputi semua perangkat pemadam kebakaran yang harus dimiliki untuk sebuah bangunan seperti, Hydrant, Sprinkler, dan tangga kebakaran.

“Semua persyaratan tersebut hampir tidak ada dibangunan toko Kota Bukittinggi, maupun Padang,” katanya.

Persyaratan itu semua diatur dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi bangunan (SLF).

Ia mengharapkan ke depannya pembangunan kembali Pasar Atas Bukittinggi ini harus memperhetikan instrumen-instrumen mengendalikan bangunan supaya terhindar dari berbagai macam persoalan mengenai bangunan. (Ant/SU01)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...