Terkait Terbakarnya Pasar Ateh, Pengamat: Sudah Tidak Layak Ditempati

0
30
Pasar Atas Bukittinggi terbakar
Pasar Atas Bukittinggi terbakar pada Senin pagi, 30/10/2017. (Foto: Istimewa)

PADANG, SERUJI.CO.ID – Pengamat Tata Kota dari Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat, Dr Eko Alvares Z mengemukakan bahwa pembangunan Pasar Ateh (Pasar Atas) Kota Bukittinggi perlu ditata ulang dari bangunan awal.

“Sejumlah bangunan Pasar Ateh sudah tidak layak ditempati, serta keamanannya tidak terjamin jika terjadi keadaan darurat. Maka dari itu perlu dirombak dari bentuk awal melalui pemerintahan kota setempat,” katanya di Padang, Kamis (2/11).

Penataan ulang pembangunan Pasar Ateh Kota Bukittinggi pascakebakaran harus melibatkan ahli khusus konstruksi bangunan agar tidak terjadi kerugian besar jika kebakaran kembali melanda.

“Kebakaran yang melanda Pasar Ateh hingga menghabiskan 1.000 lebih kios ini sebenarnya bisa diperkecil kerugiannya atau dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut dengan memperhatikan kelengkapan bangunan untuk menghadapi keadaan darurat,” tambahnya.

Peraturan bangunan dan lingkungan, seperti aturan tentang keselamatan serta keandalan bangunan merupakan salah satu syarat mendirikan bangunan.

Dalam mendirikan bangunan harus memperhatikan dua macam pengamanan yang terdapat pada peraturan bangunan dan lingkungan yakni pengamanan pasif dan aktif.

Pengamanan pasif yakni berhubungan dengan desain bangunan. Contohnya bangunan rumah toko (ruko) bagian depannya tidak boleh tertutup semua, karena akan menyulitkan memadamkan api bila terjadi kebakaran.

Sedangkan pengaman aktif meliputi semua perangkat pemadam kebakaran yang harus dimiliki untuk sebuah bangunan seperti, Hydrant, Sprinkler, dan tangga kebakaran.

“Semua persyaratan tersebut hampir tidak ada dibangunan toko Kota Bukittinggi, maupun Padang,” katanya.

Persyaratan itu semua diatur dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi bangunan (SLF).

Ia mengharapkan ke depannya pembangunan kembali Pasar Atas Bukittinggi ini harus memperhetikan instrumen-instrumen mengendalikan bangunan supaya terhindar dari berbagai macam persoalan mengenai bangunan. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
loading...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...