Saat Rekap Manual KPU Palembang Selesai, Ternyata Situng KPU Baru 46,35%, Begini Perbandingannya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Selasa (30/4) telah menyelesaikan rekapitulasi manual perolehan suara dalam Pilpres 2019 untuk seluruh Kecamatan yang ada di Kota Palembang, yang berjumlah 18 Kecamatan.

Dari hasil rekapitulasi KPU Palembang tersebut, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul telak dari pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf.

Prabowo-Sandiaga berhasil meraup dukungan warga Kota Palembang sebanyak 559.422 suara (61,48%), sementara Jokowi-KH Ma’ruf raih 350.539 suara (38,52%).

Situng Real Count KPU Baru Menyelesaikan Input 46,35 Persen TPS

Situng Real Count KPU untuk Kota Palembang pada 30 April 2019 pukul 23.18 WIB yang baru selesai 46,35 persen.

Saat SERUJI memantau sistem perhitungan suara (Situng) KPU pada Selasa (30/4) pukul 23.18 WIB, untuk Kota Palembang, Sumatera Selatan, ternyata jumlah scan C1 yang telah diinput baru mencapai 46,35 persen atau baru 2.227 TPS dari 4.805 TPS yang ada di seluruh Kota Palembang.

Jika merujuk ke hasil sementara yang ditampilkan di Situng KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga unggul 60,79 persen. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan hitung manual yang telah selesai 100 persen dimana Prabowo-Sandiaga unggul 61,48 persen.

Situng Real Count KPU untuk Kota Palembang pada 30 April 2019 pukul 23.18 WIB yang baru selesai 46,35 persen.

Demikian juga untuk pasangan Jokowi-KH Ma’ruf, di Situng total dukungan yang diperoleh sebesar 39,21 persen, sementara di rekap manual yang telah selesai 100 persen hanya memperoleh 38,52 persen.

Jika dilihat pada suara yang dikumpulkan di tingkat Kecamatan, ada beberapa kecamatan yang hasilnya mencolok berbeda antara Situng dan Rekap Manual. Seperti di Ilir Timur II, dimana di Situng KPU Jokowi-KH Ma’ruf meraih dukungan 44,18 persen, cukup tinggi dibanding dengan rekap manual final yang hanya memperoleh 35,79 persen.

Grafik perbandingan hasil Situng KPU (46,35%) VS Rekap Manual KPU Palembang (100%) untuk masing-masing Kecamatan.

Berikut Tabel Situng KPU (46,35%) VS Rekap Manual KPU (100%) untuk Kota Palembang Berdasar Perolehan Jumlah Suara

NOKECAMATANJOKOWI (MANUAL)JOKOWI (SITUNG)PRABOWO (MANUAL)PRABOWO (SITUNG)TOTAL (MANUAL)TOTAL (SITUNG)
1Ilir Barat I27.8506.82752.01711.16879.86717.995
2Ilir Barat II14.29611.20024.85719.73939.15330.939
3Seberang Ulu I18.5387.11831.20312.31549.74119.433
4Seberang Ulu II20.0612.29735.7042.90155.7655.198
5Jakabring19.0254.78629.1237.07148.14811.857
6Ilir Timur I22.03611.92818.0458.99840.08120.926
7Ilir Timur II15.5961.88727.9832.38443.5794.271
8Ilir Timur III17.692025.696043.3880
9Sukarami37.3197.58455.2228.60492.54116.188
10Sako21.55918.58234.53129.54256.09048.124
11Kemuning18.43415.28128.50823.05246.94238.333
12Kalidoni24.07015.82342.08525.70366.15541.526
13Bukit Kecil8.2875.35015.12810.43923.41515.789
14Gandus13.46212.19225.28422.65338.74634.845
15Kertapati21.13716.82330.46823.98351.60540.806
16Plaju21.0285.57432.91210.05753.94015.631
17Alang - Alang Lebar19.21113.66734.18325.47553.39439.142
18Sematang Borang10.9387.36216.47310.64427.41118.006
TOTAL350.539164.281559.422254.728909.961419.009

Berikut Tabel Situng KPU (46,35%) VS Rekap Manual KPU (100%) untuk Kota Palembang Berdasar Pesentase Suara

NoKECAMATANJOKOWI (MANUAL)JOKOWI (SITUNG)PRABOWO (MANUAL)PRABOWO (SITUNG)
1Ilir Barat I34,87%37,94%65,13%62,06%
2Ilir Barat II36,51%36,20%63,49%63,80%
3Seberang Ulu I37,27%36,63%62,73%63,37%
4Seberang Ulu II35,97%44,19%64,03%55,81%
5Jakabring39,51%40,36%60,49%59,64%
6Ilir Timur I54,98%57,00%45,02%43,00%
7Ilir Timur II35,79%44,18%64,21%55,82%
8Ilir Timur III40,78%0,00%59,22%0,00%
9Sukarami40,33%46,85%59,67%53,15%
10Sako38,44%38,61%61,56%61,39%
11Kemuning39,27%39,86%60,73%60,14%
12Kalidoni36,38%38,10%63,62%61,90%
13Bukit Kecil35,39%33,88%64,61%66,12%
14Gandus34,74%34,99%65,26%65,01%
15Kertapati40,96%41,23%59,04%58,77%
16Plaju38,98%35,66%61,02%64,34%
17Alang - Alang Lebar35,98%34,92%64,02%65,08%
18Sematang Borang39,90%40,89%60,10%59,11%
TOTAL38,52%39,21%61,48%60,79%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.