BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID – Sejumlah calon penumpang angkutan kota di Bandarlampung terlantar karena para sopir enggan mengangkutnya terkait aksi demonstrasi yang dilakukan pemilik dan pengemudi angkutan kota, Selasa (19/9).
“Beberapa angkutan kota dari dua jurusan berbeda yang melintas di Jalan Sultan Agung tidak mau berhenti waktu saya setop. Saya gak bisa ke Pasar Pasirgintung hari ini,” kata Iwan, warga Labuhanratu Raya, Kecamatan Labuhanratu, Kota Bandarlampung.
Ia menjelaskan angkot dua trayek yakni jurusan Rajabasa-Tanjungkarang yang harus memutar ke Jalan Sultan Agung karena adanya pembangunan jembatan layang, tidak mau berhenti dan semua angkot yang melintas tidak ada penumpangnya.
Begitu pula angkot jurusan Perumnas Wayhalim-Tanjungkarang yang memang sebagian melintasi Jalan Sultan Agung, semuanya kosong dan tidak mau berhenti.
Beberapa calon penumpang pun terlihat berdiri di tepi Jalan Teuku Umar baik ke arah Tanjungkarang maupun ke Rajabasa menanti angkutan. Namun sebagian memanfaatkan jasa ojek sepeda motor.
“Saya terpaksa naik ojek. Biasanya naik angkot hanya Rp4000 ribu ini harus membayar Rp15 ribu,” kata Sunanto, yang turun di dekat Kantor PTPN VII dari Pasar Koga.
