Polresta Pekanbaru Selidiki Penipu Janjikan Lulus Akpol

PEKANBARU – Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menerima laporan untuk selanjutnya menyelidiki pelaku penipuan yang menjanjikan bisa lulus Seleksi Akademi Polisi (Akpol) tingkat Daerah Riau dan telah merugikan korban Rp212 juta.

“Pelaku sudah tidak bisa dihubungi lagi hingga kerugian sekitar Rp212 juta,” kata Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Ipda Dodi Vivino di Pekanbaru, Jumat (7/7).

Penipuan dilakukan pada sekitar sebulan lalu Senin (3/6) di Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai Pesisir. Korban perempuan FT (24) dan diduga penipu adalah Laki-Laki HD (50), warga yang menjanjikan bisa meluluskan adik korban WW bisa lulus Taruni Akpol ke Semarang.

Korban telah mengirim uang kepada pelaku yang baru dikenal beberapa kali baik secara kontan maupun transfer. Itu sebagai uang pelicin untuk adik korban bernama WW masuk Taruni Akpol di Semarang.

“Tetapi hingga kini ternyata adik korban tidak lulus dan telah gugur di kesehatan Tingkat daerah Polda Riau,” ungkap Dodi.

Akhirnya pada 17 Juni lalu diumumkan hanya ada sebanyak 11 orang yang dinyatakan lulus terpilih sebagai calon taruna Akpol dari seleksi panitia tingkat daerah di Riau. 11 siswa terpilih ini karena hanya itu kuota yang diberikan ke Riau.

Sebenarnya ada sebanyak 27 siswa berhasil lolos, namun karena kuota 11 orang saja terdiri dari 10 pria dan satu wanita dipilih. 11 orang itu hasil ranking dari 300 siswa yang mendaftar dari Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain pada sidang kelulusan itu mengatakan bahwa sebelum pengumuman calon taruna Akpol ini, Polda Riau telah melakukan seleksi terhadap para peserta secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Karena, lanjutnya di tingkat eksternal dan internal, sudah ada yang mengawasinya.

Polda Riau juga membuat nota kesepahaman dengan peserta dan keluarga agar prosesnya bersih. Dalam hal ini untuk tidak percaya oknum polisi maupun orang lain yang mengaku bisa meluluskan seseorang. (Hrn)

Sumber:Antara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.