Antisipasi Macet Arus Balik dari Sumbar, Inilah Jalur Alternatif Menuju Pekanbaru


PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Dinas Perhubungan Provinsi Riau bekerjasama dengan Dishub Kabupaten Kampar menyiapkan empat jalur alternatif di jalur lintas barat menghadapi puncak arus balik H+4 Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Arus balik dari Sumbar menuju Pekanbaru akan mencapai puncaknya, makanya kita sudah siapkan jalur alternatif di jalan Lintas Barat hingga perbatasan Kampar-Pekanbaru,” kata Kepala Dishub Provinsi Riau, M Taufiq OH di Pekanbaru, Ahad (9/6).

M Taufiq OH memprediksi lintas barat dari arah Sumatera Barat menuju Pekanbaru lewat Kampar di Rimbo Panjang dikhawatirkan akan ada kepadatan dan kemacetan akibat penyempitan di perempatan simpang Kubang-Garuda Sakti.

Untuk itu, Dishub Provinsi Riau telah berkoordinasi dan survei bersama Dishub Kampar untuk mengimbau masyarakat menggunakan jalan alternatif yang ada, guna menghindarkan kemacetan.

“Jadi masyarakat bisa gunakan jalan alternatif itu untuk menghindari jika sewaktu-waktu terjadi kemacetan saat arus balik di jalan lintas barat via Kampar,” harapnya.

Taufiq mengatakan, setiap jalan alternatif akan dipasang spanduk sebagai petunjuk arah jalan agar masyarakat mudah melintasi jalan alternatif yang disiapkan.

“Empat jalan alternatif semua kita siapkan petunjuk arah menggunakan spanduk. Dengan begitu masyarakat tak perlu takut salah jalan ketika melintas jalan alternatif,” imbuhnya.

Adapun empat jalan alternatif lintas barat dari Sumbar menuju Pekanbaru tersebut yakni, lewat Jalan Suka Mulya (2,74 Km), masuk dari Jalan Manunggal (SPBU Rimbo Panjang)-Jalan lingkar Kubang (Gang Saudara).

Alternatif kedua Jalan Danau-Kubang (24,83 Km) atau simpang Kambing (Lintas Timur 30,59 Km). Bisa juga lewat simpang Sei Pinang-simpang Mataram-Suka Karya Indah Pekanbaru (31,59 Km) dan lainnya Jalan Balai Adat Kampa-jalan Kampuong Gadang Kuapan (2,68 Km).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close