SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT yang sudah puluhan tahun ada disana.
Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Kota Surabaya, Sonhaji mengatakan keberadaan pedagang elektronik di THR Mall masih dipertahankan, meski sebagian besar Mall itu nantinya difungsikan sebagai gedung pusat kesenian Kota Surabaya.
“Supaya gedung ini bisa tetap aktif secara optimal, nanti akan kami lakukan pendataan, fungsi gedung akan kami jadikan satu didalam HI-Tech Mall, antara pedagang Elektronik dan tempat kesenian,” katanya saat ditemui SERUJI, di Surabaya, Rabu (21/2).
Sonhaji mengungkapkan Pemkot berencana melakukan penataan dengan membagi dua wilayah luas gedung antara pedagang IT dan pusat kesenian, namun belum diputuskan luasan pembagian untuk masing-masing.
“Gedung THR Mall kan sangat besar, sedangkan pemanfaatannya kan belum optimal, seperti banyak ruangan yang kosong, dengan hal ini Pemerintah Kota Surabaya akan menata ulang, agar ada ruang yang bisa ditata kembali untuk difungsikan sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan pedagang IT,” ungkapnya.
Penatan gedung Hi-Tech Mal akan mulai dilakukan setelah masa sewa stand pedagang habis pada tahun 2019.
“Setelah sewa stand habis sekitar tahun 2019 maka kita akan mulai lakukan penataan, kalau sekarang kami masih berencana mencari gambaran terkait fungsi THR Mall,” pungkasnya. (Devan/Hrn)
