Siswa Aniaya Guru Hingga Tewas, Legislator Dorong Penguatan Nilai Agama di Sekolah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – DPRD Jatim merasa prihatin atas munculnya tragedi penganiayaan siswa sekolah terhadap gurunya, yang mengakibatkan guru tersebut meninggal dunia di Sampang, Madura, Kamis (1/2).

Menurut Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Sulidaim munculnya kasus tersebut dipicu karena era teknologi yang saat ini terjadi di dunia.

“Perlu diperhatikan bagaimana pengaruh teknologi gadget, medsos ataupun internet yang membentuk pola pikir dari siswa didik yang terjadi saat ini,” ujarnya saat ditemui SERUJI, di Surabaya, Jumat (2/2).

Sampai-sampai, kata Sulidaim, teknologi misalnya medsos atau sejenisnya bisa menjadi guru para siswa melebihi guru mereka di sekolah.

”Hal inilah mengundang keprihatinan kami,” katanya.

Sulidaim berharap, pasca kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Jatim melakukan perbaikan sistem pendidikan di Jatim, salah satunya peningkatan dan pendalaman nilai-nilai agama di sekolah.

Baca juga: Guru di Sampang Dianiaya Siswanya Hingga Tewas

“Agama adalah benteng untuk membentuk karakter siswa. Dan agama adalah salah satu filter yang ampuh untuk membentengi siswa dari pengaruh teknologi tersebut. Kami minta ini ditingkatkan oleh Dinas Pendidikan Jatim,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian kekerasan menimpa guru Seni Rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura. Guru yang menjadi korban itu bernama Ahmad Budi Cahyono, meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kekerasan yang dialami almarhum dilakukan oleh siswanya sendiri, berinisial Hl.

Hl diduga memukul almarhum karena mencoret wajahnya dengan kuas cat. Setelah pulang ke rumah, korban pingsan kemudian dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Korban meninggal diduga mengalami mati batang otak. (Setya/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER