Risma Janji Bangun Infrastuktur Pasar Gunung Anyar

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendukung keberlangsungan Pasar Sembako di Gunung Anyar yang baru beroperasional pertengahan Januari 2018.

Bagian Operasional Pasar Gunung Anyar Kemas A. Chalim, di Surabaya, Senin (19/2), mengatakan wali kota Surabaya sempat mengunjungi Pasar Gunung Anyar pada Ahad (18/2).

“Bu Risma disambut meriah pedagang di lantai 1 (Sembako) dan lantai 2 (Sayur Mayur). Kedatangan bu Risma cukup mendadak, tapi memberi semangat baru bagi para pedagang,” katanya.

Menurut dia, Risma mendukung keberlangsungan Pasar Gunung Anyar sebagai upaya mendukung perekonomian masyarakat setempat. Bahkan, lanjut dia, Risma menjanjikan akan memberikan bantuan fasilitas berupa paving dan keperluan lainnya.

“Sempat ada pedagang yang bilang ke bu Risma, pasar sepi. Tapi kami bantah, tidak sepi amat, tapi lumintu karena banyak pedagang yang keluar masuk. Yang bilang sepi karena tidak tahu persis kondisi pasar,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pasar tersebut masih memiliki banyak kekurangan infrastruktur. Untuk itu, ia berharap pemkot segera menyediakan kebutuhan dasar untuk beroperasinya pasar tersebut.

Kebutuhan dasar yang dimaksud di antaranya pavingisasi area pasar, ketersediaan air bersih, listrik, sarana pembuangan sampah, dan saluran drainase.

“Gimana lagi area parkir juga belum dikerjakan, tapi sudah datang tiga truk sertu (pasir campur batu),” katanya.

Sesuai rencana, lanjut dia, akan dilaksanakan pemasangan paving di areal pasar, perbaikan pintu selatan, pintu keluar pasar dan penerangan jalan umum (JPU).

Lurah Gunung Anyar Annita Hapsari sebelumnya mengatakan pihaknya sudah mengajukan fasilitas untuk menunjang aktivitas berdagang kepada Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Surabaya.

Namun, ia belum bisa memastikan kapan diskop UMKM bisa segera turun tangan membenahi masalah itu. Ia hanya berharap pasar ini bisa segera beroperasi normal dan bermanfaat untuk warga. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam