Ribuan Orang Gelar Aksi Damai untuk Guru Budi

SAMPANG, SERUJI.CO.ID – Ribuan orang dari kalangan guru, mahasiswa dan ormas Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) se-Madura, Jawa Timur, Kamis (8/2) pagi menggelar aksi damai ke Mapolres setempat.

Massa mendesak agar pelaku penganiyaan terhadap guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, Ahmad Budi Tjahyanto dihukum maksimal.

Aksi para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Madura ini juga sebagai bentuk dukungan kepada aparat Polres Sampang agar menegakkan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain dari unsur PGRI, HMI dan Kahmi, aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Madura juga ikut bergabung dalam aksi ini.

“Aksi ini merupakan aksi solidaritas atas kasus kekerasan yang menimpa guru Ahmad Budi Tjahyanto oleh muridnya sendiri hingga meninggal dunia,” ujar Presidium Kahmi Pamekasan Gazali.

Baca juga: Polres Sampang Beri Pendidikan Karakter di SMA Torjun

Aksi massa gabungan dari PGRI dan lintas organisasi masyarakat dan mahasiswa se-Madura ini, dimulai dari depan kantor Pemkab Sampang menuju Mapolres Sampang.

Massa membawa sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan antara lain, “Tolak Kekerasan pada Guru”, “Guru Budi Pahlawanku”, “Tegakkan Supremasi Hukum pada Penganiaya Guru Budi”.

Aksi solidaritas yang dilakukan oleh Kahmi, HMI, PGRI dan GMNI se-Madura ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Hymne Guru.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Guru, Polres Sampang Tetapkan Siswa Tersangka

Aksi dimulai pukul 09.00 WIB dan hingga pukul 10.15 WIB masih berlangsung dengan agenda dialog antara perwakilan pengunjuk rasa dengan pejabat Polres Sampang.

Ratusan siswa dari sejumlah SMA di Kabupaten Sampang juga terlihat bergabung bersama para pengunjuk rasa lainnya.

Kasus penganiayaan terhadap guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang oleh muridnya berinisial HI itu terjadi pada 1 Februari 2018.

Kasus itu bermula saat guru Budi mengajar seni lukis di depan ruang kelas XII. Muridnya HI, tidak mengiraukan pelajaran Budi, bahkan mengganggu teman lainnya yang sedang belajar.

Baca juga: Budayawan: Kasus Guru Budi Tragedi Kemanusiaan Paling Tragis

Saat itu, guru Budi menegur, tapi tidak dhiraukan, bahkan sang murid mengejek guru Budi, hingga akhirnya ia disanksi dengan dipukul dengan kertas absen.

HI melawan dan langsung memukul guru Budi di bagian pelipis wajahnya. Budi tidak langsung meninggal di tempat kejadian perkara, namun sesampainya di rumahnya ia pingsan, lalu dibawa ke Puskesmas Torjun, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya.

Namun, nyawa guru seni rupa itu tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia. Hasil diagnosa dokter menyebutkan, guru Budi mengalami mati batang otak, dan semua organ tubuhnya tidak berfungsi, akibat pukulan HI pada bagian pelipis wajahnya itu. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER