Puluhan Siswa di Jember Mengundurkan Diri Tidak Ikut UNBK

JEMBER, SERUJI.CO.ID – Puluhan siswa sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengundurkan diri tidak mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang digelar 9-12 April 2018.

“Puluhan siswa tersebut mengundurkan diri sejak awal dengan berbagai alasan, padahal mereka sudah masuk dalam daftar nominasi peserta ujian yang ditetapkan sejak Desember 2017,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember Lutfi Isa Anshori di Jember, Kamis (12/4).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember tercatat jumlah siswa SMA negeri maupun swasta yang mengundurkan diri sebagai peserta UNBK sebanyak 23 siswa, sedangkan berdasarkan data Kementerian Agama Jember tercatat jumlah siswa MA yang mengundurkan diri sebanyak 38 siswa.

“Sebenarnya dilema bagi kami terkait dengan siswa yang mengundurkan diri sebagai peserta UNBK karena memang sejak awal siswa yang bersangkutan jarang masuk sekolah, namun tetap didaftarkan sebagai peserta UNBK,” tuturnya.

Apabila siswa yang jarang masuk sekolah pada tahun ajaran baru itu tidak didaftarkan sebagai peserta UNBK, maka dikhawatirkan siswa tersebut sewaktu-waktu mengikuti ujian dan siswa yang tidak masuk dalam daftar nominasi peserta ujian tidak bisa mengikuti UNBK.

“Kami serba salah. Kalau didaftarkan sebagai peserta UNBK, maka akan terlihat banyak siswa yang tercatat mengundurkan diri. Namun kalau tidak didaftarkan, maka mereka tidak bisa ikut UNBK,” katanya.

Ia mengatakan siswa yang mengundurkan diri sebagai peserta UNBK merupakan persoalan klasik yang terus terjadi setiap tahun di Kabupaten Jember karena kultur budaya dan masih rendahnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan.

“Sebagian anak yang mengundurkan diri tidak ikut UNBK di Jember biasanya dinikahkan oleh orang tuanya atau memang atas kemauan anak tersebut untuk menikah sebelum lulus sekolah, bahkan kasus seperti itu setiap tahun selalu terjadi di Jember,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan sebagian besar siswa yang mengundurkan diri itu karena menikah, namun ada juga siswa yang memilih belajar ke pondok pesantren, dan sebagian siswa tidak menyampaikan keterangan kepada pihak sekolah.

Jumlah peserta UNBK SMA di Jember sebanyak 7.969 siswa yang tersebar di 60 lembaga SMA dan peserta UNBK MA sebanyak 5.867 siswa yang tersebar di 96 madrasah, sedangkan peserta UNBK SMK sebanyak 12.794 siswa yang tersebar di 160 lembaga. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER