Produksi Ikan Asin di Probolinggo Meningkat

PROBOLINGGO, SERUJI.CO.ID – Produksi ikan asin di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meningkat saat musim kemarau dan sejak sepekan terakhir menjelang Ramadhan meningkat hingga tiga kali lipat di sejumlah rumah produsen pengolahan ikan asin.

“Biasanya saya memproduksi sekitar 50 kilogram ikan basah per hari untuk dibuat ikan asin, namun saat ini pasokan ikan dari laut banyak, sehingga saya bisa mengolah 2 kuintal ikan setiap harinya,” kata Jumuah, salah seorang produsen ikan asin di Probolinggo, Kamis (17/5).

Menurutnya harga beli ikan basah rata-rata berkisar Rp2.500 hingga Rp3.500 per kilogram dan setiap 4 kilogram ikan basah menghasilkan 1 kilogram ikan asin yang siap jual dengan harga Rp40 ribu per kilogram.

“Hasil dari penjualan ikan asin itu bukan hanya untuk saya dan keluarga karena kami juga membayar jasa pekerja sebanyak tujuh orang dan kami memberi upah sebesar Rp30.000 per orang, setiap harinya,” katanya.

Ia mengatakan proses pengeringan ikan lebih maksimal saat musim kemarau dan diharapkan produsen ikan asin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan tidak merugi seperti saat musim kemarau beberapa waktu lalu.

“Beberapa tahun lalu, ikan yang dijemur tidak kering maksimal dan hal itu berdampak pada kualitasnya yang kurang bagus,” ujarnya.

Meskipun produksi banyak, lanjut dia, pihaknya tidak menjual semua ikan yang sudah dikeringkan setiap hari karena lebih banyak menyimpan khusus selama bulan Ramadhan, apalagi ikan asin itu bertahan cukup lama karena proses penggaraman.

“Dari 2 kuintal ikan yang diproduksi setiap hari, saya hanya menjual 50 kilogram saja karena selebihnya disimpan dan dijual lagi usai Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah,” katanya.

Selama Ramadhan, lanjut dia, biasanya pembeli lebih banyak membeli ikan asap dibandingkan ikan asin, sehingga permintaan ikan asin menurun selama bulan puasa.

“Jadi kami lebih memilih menyimpan dulu hasil produksi ikan asin, namun produksi tetap dimaksimalkan karena harga beli ikan laut masih murah dan cuaca cukup terik untuk menjemur ikan dengan maksimal,” katanya, menambahkan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Makan Dikit, Perut Kok Buncit?