Pemkot Madiun Usulkan 19 Bangunan Jadi Cagar Budaya

0
20
Balai Kota Madiun

MADIUN, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengusulkan sebanyak 19 bangunan tua yang ada di wilayahnya untuk menjadi cagar budaya guna mendukung pengembangan parwisata budaya setempat.

“Kami telah mengusulkan sekitar 19 bangunan tua yang ada di Kota Madiun untuk menjadi benda cagar budaya. Ini sedang dalam proses,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Madiun, Agus Purwowidagdo di Madiun, Jatim, Rabu (28/3).

Sesuai data, ke-19 bangunan tua yang diusulkan menjadi cagar budaya tersebut, di antaranya adalah, bangunan Balai Kota Madiun, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Gamaliel, komplek Gereja Santo Cornelius, gedung sekolah Santo Bernardus, Bakorwil, dan Rumah Kapiten Cina.

Kemudian, SDN 05 Madiun Lor, SMPN 1 Kota Madiun, SMPN 3 Kota Madiun, SMPN 13 Kota Madiun, Stasiun Madiun, komplek Klenteng, komplek Pabrik Gula Redjo Agung dan rumah dinasnya, menara air Sleko, bangunan SMAN 1 Kota Madiun, SDN 01 Kartoharjo, dan SDN 02 Kartoharjo.

Menurut dia, proses untuk menjadikan sejumlah bangunan tua tersebut menjadi cagar budaya sudah setengah jalan. Tim ahli dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah meninjau 19 bangunan yang diusulkan tersebut beberapa waktu lalu.

Satu per satu bangunan telah didatangi untuk mencari poin-poin yang menjadi syarat benda atau bangunan ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Tim ahli telah melihat dan mencari informasi mengenai sejumlah bangunan tersebut. Kami masih menunggu hasil dari tinjauan tersebut. Tentu terdapat sejumlah kriteria tersendiri mengapa benda atau bangunan layak menjadi benda cagar budaya,” tuturnya.

Sesuai rencana, hasil dari peninjauan ke-19 bangunan yang diusulkan menjadi cagar budaya tersebut akan selesai pada April mendatang.

Pihaknya optimistis dari sejumlah bangunan yang diusulkan akan terdapat beberapa yang mendapat rekomendasi. Terlebih adalah bangunan rumah Kapitan Cina di Jalan Kolonel Marhadi, Kecamatan Manguharho yang termasuk bangunan langka.

Sebab, sesuai informasi, hanya ada dua rumah Kapitan Cina yang masih tersisa bangunannya di Indonesia. Selain di Kota Madiun, satu lainnya berada di Medan.

Ia menambahkan, penetapan status cagar budaya tersebut akan semakin menguatkan upaya Pemkot Madiun untuk mengembangkan wisata budaya di daerahnya. Selain wisata budaya, Pemkot Madiun juga mengembangkan wisata religi, wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata minat khusus. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...