KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur segera mendistribusikan bantuan berupa paket bahan kebutuhan pokok kepada para korban banjir di Desa Petok.
“Kami segera mendistribusikan untuk memberikan paket bahan pokok. Namun, untuk jumlah pasti warga penerima masih dikalkulasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan di Kediri, Kamis (25/1).
Ia mengatakan saat ini personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri juga sudah ke lokasi banjir tersebut untuk melakukan penanganan bencana. Tim mendata langsung dampak bencana tersebut, termasuk melihat langsung adanya rumah yang rusak.
Dari laporan yang masuk, banjir yang terjadi pada Rabu (24/1) malam bukan hanya di Kecamatan Mojo tetapi juga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Lokasi dua daerah itu berdekatan dan air yang mengalir dari Gunung Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut) juga lewat daerah tersebut.
Banjir di Kecamatan Mojo salah satunya terjadi di Desa Petok. Air meluber hingga perkampungan warga merendam jalan hingga sawah. Bahkan, air juga masuk ke rumah warga. Warga harus mengamankan sejumlah barang elektronik ke tempat yang lebih aman.
Di Desa Petok, ketinggian air hingga lutut orang dewasa. Ada sekitar 540 keluarga yang tinggal di daerah tersebut. Mereka terdampak banjir.
Air juga sempat meluber di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen. Saat ini, air sudah mulai surut sehingga aktivitas warga mulai normal. Sebelumnya, aktivitas mereka sempat lumpuh sementara waktu, sebab air merendam jalan hingga masuk ke rumah warga.
Dalam musibah tersebut, ada dua rumah yang mengalami kerusakan, yaitu milik Toijah, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen dan rumah Sujono, warga Desa Petok, Kecamatan Mojo. Kondisi rumah Toijah juga rusak parah, sedangkan dinding dapur rumah Sujono ambrol.
“Kalau rumah Toijah, dari laporan yang masuk awalnya sudah tidak layak huni. Kalau rumah Sujono dinding dapurnya yang ambrol. Saat kejadian, mereka di dalam rumah, tapi tidak ada yang luka,” katanya.
BPBD masih melakukan pendataan lainnya dengan harapan segara mendapatkan kepastiannya agar pendistribusian bantuan bisa segera dilakukan.
Ia mengimbau warga tetap siaga bencana. Jika hujan terus turun air bisa meluber lagi karena kondisi di daerah tersebut lebih cekung ketimbang daerah lainnya.
“Sehingga saat hujan dengan curah tinggi bisa memicu terjadinya banjir,” katanya. (Ant/SU02)
