Pemkab Jember Sidak Produk Ikan Makarel


JEMBER, SERUJI.CO.ID – Tim gabungan dari organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/4) melakukan inspeksi mendadak terhadap produk ikan makarel yang mengandung parasit cacing di sejumlah pertokoan.

Tim gabungan tersebut dibagi menjadi dua tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Komunikasi dan Informasi, Satuan Polisi Pamong Praja, UPT Perdagangan Konsumen, dan Polres Jember melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pertokoan di kawasan kota.

“Hari ini kami ingin mengecek apakah masih ada produk ikan kaleng makarel yang diletakkan di etalase dan dijual kepada konsumen,” kata Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Jember Widjayaningsih di sela-sela inspeksi mendadak di Jember.

BPOM telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek dan hasil pengujian menunjukkan 27 merek (138 bets) produk ikan makarel positif mengandung parasit cacing yang terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Dominasi produk yang mengandung parasit cacing adalah produk impor dan produk dalam negeri yang bahan bakunya berasal dari impor, sehingga tim gabungan Pemkab Jember menindaklanjuti temuan BPOM tersebut untuk melakukan penarikan ikan makarel dalam kaleng yang mengandung parasit cacing di Kabupaten Jember.

“Disperindag Jember juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada pelaku usaha untuk segera menarik ikan makarel dalam kemasan kaleng yang mengandung parasit cacing sesuai surat BPOM RI tertanggal 2 April 2018,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, tim monitoring pembinaan dan pengawasan makanan Kabupaten Jember turun ke lapangan untuk mengecek apakah pihak toko sudah menarik produk ikan makarel dalam kemasan kaleng yang mengandung parasit cacing atau belum.

“Untuk di Golden Market yang sudah dilakukan inspeksi tidak ditemukan produk ikan kaleng yang mengandung parasit cacing karena pihak pengelola sudah menarik lebih dulu, sehingga diharapkan semua toko dan pasar modern di Jember melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Apabila masih ditemukan di sejumlah toko, lanjut dia, Dinkes Jember akan menarik produk tersebut dan menyerahkan barang tersebut kepada Polres Jember untuk diproses sesuai dengan aturan.

Sebanyak 27 merek produk ikan kaleng atau ikan makarel yang mengandung parasit cacing sesuai penjelasan BPOM yakni ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, DR Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, Kings Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Ranesa, S&W, Sempio, TLC, dan TSC.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Divestasi Freeport

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close