close

Nelayan di Sumenep Dukung Larangan Cantrang

SUMENEP, SERUJI.CO.ID – Nelayan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendukung kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan cantrang untuk menangkap ikan. Penggunaan cantrang bahkan dianggap akan menyebabkan pendapatan nelayan menyusut.

Ketua Nelayan Bersatu Kepulauan Raas, Akram, menyebut nelayan di kabupaten paling timur Madura ini tidak butuh alat tangkap ikan tersebut. Karena menurutnya, cantrang hanya akan merusak ekosistem laut, seperti terumbu karang yang merupakan tempat berdiam ikan. Jika ekosistem laut tersebut rusak, otomatis akan berpengaruh pada pendapatan nelayan.

“Kita memang tidak butuh alat tangkap itu,” kata Akram, Rabu (10/1).

Selama ini, tutur Akram, nelayan luar daerah yang sering menggunakan cantrang ketika menangkap ikan di perairan Sumenep. Hal itu tentu saja merugikan nelayan lokal. Karena itu, dia berharap nelayan sering berkoordinasi untuk melindungi perairan Sumenep dari penggunaan cantrang tersebut.


“Kita juga berharap aparat keamanan tegas ketika melihat kapal menggunakan cantrang,” harapnya.

Hal senada dikatakan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pulau Masalembu Hasan Basri. Hasan menyebut nelayan Sumenep memang tidak membutuhkan alat tangkap ikan tersebut, karena hanya akan berdampak negatif.

“Terus terang kami bersyukur pemerintah melarang penggunaan cantrang,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan perairan Masalembu sering dimasuki kapal luar daerah yang menggunakan cantrang. Saat kejadian, pemerintah masih mentolerir penggunaan alat tangkap tersebut, sehingga nelayan lokal tidak bisa berbuat banyak. Tapi sejak 1 Januari 2018 ini, nelayan lokal akan bertindak ketika mendapati kapal menggunakan cantrang masuk perairan Masalembu.

Hasan menuturkan nelayan lokal selama ini menggunakan alat tangkap tradisional. Dia pun bersyukur para nelayan tersebut masih sadar untuk menjaga ekosistem laut. Sebab ketika sudah apatis akan hal itu, niscaya juga akan berdampak pada pendapatan. (Rahmat/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi