Mengantisipasi Serangan Terorisme, Polrestabes Surabaya Pasang Perimeter

SURABAYA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memasang pengamanan perimeter (tempat terlindungi) di lokasi markas kepolisian berjuluk “Hoofdbureau” itu di Jalan Sikatan Surabaya, Jawa Timur, untuk mengantisipasi serangan terorisme.

“Pengamanan perimeter kami pasang hari ini di lingkungan Kantor Polrestabes Surabaya menyusul serangan terorisme yang terjadi pada rekan kami, anggota kepolisian di Jakarta, tadi malam,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar (Kombes) Polisi Muhammad Iqbal kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (1/7).

Kebetulan pada hari ini Polrestabes Surabaya sedang menggelar “open house” bagi masyarakat umum untuk bersama-sama merayakan Hari Bhayangkara ke-71. Iqbal menyatakan perimeter tersebut sekaligus dipasang untuk memberi rasa aman kepada masyarakat.

Menurut dia, “open house” digelar pada hari yang terbilang istimewa bagi insan Polri ini untuk menunjukkan bahwa Polrestabes Surabaya tetap hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.

“Kami hadir di tengah masyarakat walaupun teman-teman kami di luar Jawa Timur ada yang dicederai, dihabisi nyawanya oleh kelompok-kelompok tertentu. Kami tidak takut. Kami tetap melaksanakan kegiatan ini,” ucapnya, menegaskan.

Untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang hadir dalam acara “open house” peringatan Hari Bhayangkara ke-71 itu, Polrestebes Surabaya membentuk pengamanan perimeter dengan mengerahkan anggota Brigadir Mobil (Brimob).

“Seperti kita lihat di depan pintu masuk Polrestabes Surabaya, kami melaksanakan pengamanan perimeter yang cukup maksimal. Kawan-kawan dari Brimob dan penjinak bom kami kerahkan untuk melingkari lingkungan Markas Polrestabes Surabaya ini,” tuturnya.

Pengamanan perimeter tersebut, menurut Iqbal, tidak memberi celah satu sentipun terhadap pihak-pihak yang ingin melancarkan serangan teror ke dalam lingkungan Polrestabes Surabaya.

Iqbal meminta maaf kepada masyarakat yang hadir ke Polrestabes Surabaya untuk turut merayakan Hari Bhayangkara ke-71 dalam kegiatan “open house” yang harus melewati pengamanan perimeter tersebut.

“Masyarakat yang masuk harus kami geledah, tentunya dengan santun dan humanis, demi kebersamaan kita. Karena jangan sampai ada yang mencederai kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-71, yang menurut kami sangat mulia ini,” tuturnya.

Iqbal mengatakan pengamanan perimeter seperti ini akan terus diberlakukan di lingkungan Markas Polrestabes Surabaya hingga situasi kondusif. (Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.