Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pamekasan

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Mayat tanpa identitas ditemukan di meringkuk di semua semak belukar di dekat asrama polisi di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (18/4) pagi sekitar pukul 7.00 WIB.

“Saat ini mayat tersebut telah dibawa RSUD Pamekasan untuk dilakukan visum,” ujar Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki.

Mayat ditemukan oleh warga yang sedang berolahraga pagi di sekitar Stadion Soenarto Hadiwidjojo.

Tiba-tiba yang bersangkutan melihat sesosok tubuh tidak bergerak dalam kondisi telengkup dan dikerubung lalat.

“Warga tersebut langsung melaporkan kepada petugas piket yang ada di sini, dan kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara,” katanya, menjelaskan.

Lokasi penemuan mayat di sebelah timur Stadion Soenarto Hadiwidjojo atau di belakang asrama Polres Pamekasan.

Menurut Osa, saat ditemukan, tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh mayat itu, namun kondisinya sudah sangat kaku.

Petugas memperkirakan, orang itu sudah meninggal lebih enam jam, karena persendian tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan.

“Saat baru ditemukan, tidak ada yang mengenal. Lalu kami umumkan melalui jejaring sosial,” tuturnya.

Baru dua jam setelah pengumuman, ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya di Desa Tlangoh, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

“Ternyata setelah keluarga yang kehilangan itu melihat secara langsung, mayat yang ditemukan di dekat stadion tersebut memang keluarganya,” ujar Kasubag Humas.

Ia diketahui bernama Rahmadi (55) warga Desa Talangoh, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Korban sudah empat hari menghilang dari rumahnya dan sedang mengalami gangguan jiwa.

“Saat ini juga, pihak keluarga sudah berada di rumah sakit untuk menjemput mayat tersebut untuk dibawa pulang,” ucapnya.

Sementara itu, penemuan mayat di dekat asrama Polres Pamekasan itu, sempat menjadi perhatian warga, dan sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Stadion Pamekasan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.