SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Adanya berita dan video yang menyatakan perawat Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo menyuntik mayat, S (67), langsung dibantah oleh pihak rumah sakit.
“Dokter Hamdan selaku Direktur dan dokter yang merawat pasien ketika mengetahui kematian pasien tersebut, telah menyampaikan bela sungkawa dan empati kepada keluarga, bahkan sesuai dengan tradisi yang ada di rumah sakit, tidak hanya mengucapkan bela sungkawa tetapi juga ikut silaturahim dan takziyah (melayat, red) ke rumah duka. Semua sudah dilakukan secara sosiologis 1 bulan lalu,” kata kuasa hukum RS Siti Khodijah Cabang Sepanjang Masbuhin, dalam konferensi pers di Sidoarjo, Selasa (30/1).
Kemudian melalui kuasa hukumnya, manajemen rumah sakit mengungkap kronologi pelayanan medis terhadap pasien yang dimaksud dalam video “Perawat Suntik Mayat” yang beredar luas di media sosial.
Berikut ini kutipan catatan kronologinya yang disampaikan Masbuhin dalam konferensi persnya.
Pasien S (67), warga Jalan Suningrat, Sidoarjo, mendatangi rumah sakit pada 20 Desember 2017 pukul 04.54.
Pasien mengeluh pusing, mual, nyeri perut, dan tidak mau makan. Setelah dilakukan tindakan oleh dokter di IGD dan diberi obat, pasien diperbolehkan pulang.
Baca juga: Video “Perawat Suntik Mayat” Viral, Ini Pengakuan RS Siti Khodijah
Siang harinya pukul 12.47, pasien kembali datang dengan keluhan lemah pada anggota gerak kanan, nyeri kepala, dan muntah. Dokter pun kembali memberikan perawatan dan tindakan medis. Karena kondisi tertentu, pasien tersebut harus dirawat inap
Pukul 22.00, perawat membangunkan pasien yang sedang tidur untuk diberi obat injeksi Vomceran dan OMZ.
“Sebelum diberi obat injeksi, perawat memeriksa pernapasan dan denyut nadi. Saat itu kondisi pasien normal karena napas teratur dan denyut nadi kuat,” jelas Masbuhin.
Pukul 22.20, dokter Hamdan melakukan visite dan pemeriksaan pasien. Dari hasil pemeriksaan diketahui nadi pasien 74 x/menit, S1 S2 tunggal Rh, Wh, dan CVA infark.
“Saat pemeriksaan yang dilakukan dokter Hamdan terhadap pasien tersebut, pasien masih hidup dan keluarga pun mengetahui hal itu,” ungkapnya.
Pukul 22.35, dokter Hamdan meninggalkan pasien untuk melakukan visite ke pasien lainnya, dan kembali ke ruang perawat sekitar pukul 22.45 WIB.
