Korban Keracunan di Pamekasan Terus Bertambah


PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Korban keracunan makanan dalam acara di Pamekasan, Jawa Timur, dalam acara pengajian yang digelar di Desa Ponjenan Timur, Kecamatan Batumarmar, pada Sabtu (12/5) malam, hingga Ahad (13/5) malam terus bertambah.

“Pada Ahad (13/5) dini hari, korban keracunan yang dirujuk ke rumah sakit, hanya sekitar 130 orang, akan tetapi, hingga malam ini sudah mencapai 250 orang,” kata Direktur RSUD Waru dr Hendarto di Pamekasan, Ahad (13/5) malam.

Jumlah pasien korban keracunan ini belum termasuk yang dirawat di sejumlah puskesmas di wilayah utara Pamekasan, seperti Puskesmas Waru, Pasean dan Puskesmas Batumarmar, Pamekasan.

Saat ini kapasitas daya tampung rumah sakit tidak muat, sehingga pihaknya perlu meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan berupa velbed untuk para pasien korban keracunan.

Dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan diagnosis dan ditemukan dua faktor terkait kasus itu. Di antaranya intoleransi makanan dan intoksikasi makanan.

“Tapi kami masih memerlukan pemeriksaan lanjutan dengan mengirim sampel muntahan pasien ke RSUD Pamekasan, karena disini alatnya tidak lengkap,” ujar Hendarto.

Ia menjelaskan, pasien yang datang RSUD Waru kejang-kejang, mual dan muntah bahkan ada yang pingsan.

“Tapi setelah diberi penanganan medis, sebagian kondisi pasien sudah membaik dan tidak ada lagi yang mengalami kejang-kejang,” katanya.

Hingga pukul 23.00 WIB, warga yang terdata mengalami keracunan makanan yang menjalani perawatan di RSUD Waru, Puskesmas Waru, Pasean dan Puskesmas Batumarmar sebanyak 318 orang.

Dari jumlah itu, delapan diantaranya sudah diperbolehkan pulang oleh tim dokter karena kondisinya sudah membaik. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close