Jembatan Kartini Ambles, Ini Tanggapan DPRD Surabaya

0
83
Jembatan jalan kartini (foto:istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah kota terhadap infrastruktur berupa jembatan seperti halnya jembatan di Jalan Kartini yang ambles pada Ahad (11/3).

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Buchori Imron, di Surabaya, Senin (12/3), menilai kejadian itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan perawatan yang dilakukan Pemkot Surabaya.

“Pemkot Surabaya punya anggaran Rp1 triliun selama satu tahun untuk pengawasan jalan. Tapi kenapa tidak dioptimalkan,” katanya.

Menurut dia, kalau anggaran itu tidak terserap maka bisa jadi pengawasan dan perawatan tidak dilakukan.

“Kalau terserap tapi pengawasan dan perawatan tidak maksimal, ada apa?” katanya.

Buchori kembali mengatakan pengawasan selalu menjadi masalah terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Surabaya. Ia mencontohkan pembangunan saluran air yang kembali buntu meski baru setahun usianya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta agar Pemkot Surabaya segera memperbaiki jembatan Kartini karena berdampak pada kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

“Kasihan warga masyarakat harus memutar, sehingga perjalanan yang ditempuh tambah jauh,” kata Buchori.

Hal sama juga dikatakan Ketua Komisi C DPRD Surabaya Saifudin Zuhri. Ia mengatakan jembatan tersebut sudah masuk rencana pembangunan 2018. Hanya saja ternyata sebelum dilakukan pembangunan jembatan keburu ambles.

“Kami meminta pemkot lebih ketat melakukan pengawasan infrastruktur. Jembatan yang usianya di atas 20 tahun supaya dicek, jangan sampai keburu ambruk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengaku kalau jembatan Kartini yang ambles itu bukan karena tergerus air akibat hujan.

“Bukan karena penahan tergerus air tetapi karena usia jembatan yang dibangun sejak 1970 an,” katanya.

Erna kembali mengatakan amblesnya jembatan di Jalan Kartini sudah diketahui karena itu masuk dalam rencana revitalisasi.

“Jembatan itu sudah masuk perencanaan perbaikan peremajaan sejak 2017 dan sudah kami lelang serta sudah ada pemenang lelang. April 2018 tinggal pelaksanaan,” ujar Erna.

Jembatan Kartini dibangun pada sekitar tahun 1970 an dengan lebar 8 meter dan panjang 10 meter. Akibat amblesnya jembatan itu sebagian Jl.Kartini sekarang ditutup. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Rp12,09 Miliar

Jakarta, 25/4 (Antara) - Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Kejaksaan Tinggi Jambi meringkus buronan kasus korupsi yang merugikan negara Rp12,09 miliar Ferry Nursanti...

Korban Tewas Pengeboran Ilegal di Aceh Bertambah

ACEH TIMUR, SERUJI.CO.ID – Ledakan sumur minyak yang terjadi di desa Pasi Putih, Kecamatan Rantau Peurelak, Aceh Timur telah menelan 10 korban jiwa. Informasi yang...

Kejaksaan Jakarta Pusat Eksekusi Kapal Bajak Laut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, berhasil mengeksekusi barang bukti kapal MT Matahari Laut yang berada di Bandar Victory, Batam, Kepulauan...
KTP-el

Bawaslu Jateng: 300 Ribuan Calon Pemilih Belum Miliki KTP-el

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Bawaslu Jawa Tengah mencatat masih ada sekitar 300 ribu penduduk provinsi ini yang belum terekam data E-KTP sehingga belum tercatat dalam...

Persiraja Banda Aceh Gagal Raih Nilai Penuh

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID - Persiraja Banda Aceh gagal meraih angka sempurna di kandang sendiri, setelah bermain kacamata 0 - 0 atas Persik Kendal dalam laga...