H-10 Lebaran Jembatan Widang Bisa Dilalui

0
22
Jembatan Widang yang ambruk pada Selasa (17/4/2018) (foto:istimewa)

LAMONGAN, SERUJI.CO.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis Jembatan Widang di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada H-10 Lebaran tahun ini sudah bisa dilalui atau digunakan kembali.

“Direncanakan selesai semuanya 23 Mei setelah semua terpasang rangka bajanya, setelah itu baru pengecoran lantai, sehingga H-10 atau 4 Juni sudah bisa dilewati,” katanya menjawab pers usai meninjau proses Pekerjaan Jembatan Widang, di Babat, Lamongan, Jumat (11/5).

Jembatan Widang atau yang dikenal dengan Jembatan Cincin Lama itu pada Selasa 17 April 2018 lalu ambruk karena tak kuat menahan beban tiga truk bermuatan lebih dan menyebabkan satu korban tewas.

Basuki menyatakan optimistis pekerjaan itu tuntas karena kendalanya hanya pada pemasangan peranca segmen empat, lima dan enam.

“Posisi tiga peranca itu tepat berada di barang bukti berupa rangka jembatan yang jatuh ke Sungai Bengawan Solo. Saya sudah telepon Kapolda dan minta izin untuk dikerjakan terlebih dulu dan disetujui,” katanya.

Baca juga: Jembatan Widang Ambruk, Dua Orang Tewas

Oleh karena itu, kata Basuki, proses pekerjaan bisa diteruskan dan setelah selesai, baru rangka jembatan itu akan dievakuasi.

“Saya kira kepentingan umum dulu, baru kepentingan barang bukti,” kata Basuki.

Basuki juga yakin dalam 10 hari ke depan sisa pekerjaan masih bisa dikejar dan secara persentase untuk pemasangan rangka sudah 50 persen.

Menyinggung tentang biaya perbaikan jembatan itu, Basuki menyebutkan sekitar Rp10-12 miliar dan berasal dari dana darurat Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Karena ini urgen, kita kerjakan dulu, nanti mestinya dihitung dengan BPKP,” katanya.

Basuki juga memastikan bahwa pekerjaan itu sudah final sehingga setelah Lebaran tidak ada lagi pekerjaan.

Baca juga: Jembatan Widang Penghubung Lamongan-Tuban Ambruk

Regulasi “overload” Ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah agar kejadian seperti ini tak terulang, Basuki menegaskan perlu implementasi regulasi tentang pembatasan muatan berlebih pada angkutan berat (overload).

“Kita akan tegakkan regulasi overload yang sudah ada,” katanya.

Basuki mengaku sudah bertemu dengan pihak terkait seperti Kemenhub, Kakorlantas dan Kemendag.

Hal yang akan dilakukan misalnya pemerintah mungkin tidak lagi memberi izin untuk impor truk bekas besar dan optimalisasi jembatan timbang sejak truk keluar gudang dan lainnya.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moewanto menyebutkan disain jembatan nasional rata-rata untuk kuat menanggung beban 45 ton dengan toleransi satu setengah kalinya. (Ant/SU02) 

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polda Sulsel Ringkus Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan meringkus tersangka, yang merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional, setelah lebih dari dua tahun...
Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Israel Akan Bangun Ribuan Rumah Baru di Tepi Barat

YERUSALEM, SERUJI.CO.ID - Menteri Pertahanan Israel pada Kamis (24/5) mengatakan berencana meminta persetujuan untuk pembangunan sekitar 2.500 rumah baru sebagai permukiman Yahudi di Tepi...
ott, korupsi

KPK Periksa Bupati Buton Selatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat bersama enam orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) tiba...

Thailand Rebut Angka Pertama Atas Indonesia di Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim Thailand merebut angka pertama atas Indonesia pada pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis beregu putri Piala Uber melalui pemain...

Angka Kurang Gizi di NTB Masih Tinggi

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat menyebutkan angka kurang gizi di wilayah itu masih tergolong tinggi. "Masih tinggi prevalensi kurang gizi di NTB,...