Gubernur Jatim Targetkan Jembatan Widang Selesai H-15 Lebaran

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta pembangunan Jembatan Widang di Kabupaten Tuban yang ambrol pada Selasa (17/4) selesai 15 hari sebelum atau H-15 Lebaran 2018.

Dari laporan yang saya terima, prinsip dasarnya yang ambrol itu dibangun 10 hari sebelum Lebaran, tapi saya minta 15 hari, ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (21/4).

Menurut dia, jika tetap ditargetkan 10 hari sebelum Lebaran maka risikonya masih sangat tinggi dan dikhawatirkan menganggu arus mudik dalam rangka Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Belum lagi kalau molor atau tertunda penyelesaian pembangunannya. Ini harus benar-benar dipikirkan dan cermat, ucap Pakde Karwo,” sapaan akrabnya.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga memastikan telah meminta tim terkait, khususnya BBPJN VIII untuk mengecek dan melakukan presentasi bahwa yang dilakukannya bisa selesai sesuai rencana.

“Saya suruh mengecek dan presentasi, permasalahnya apa kok pengerjaanya memakan waktu hingga `H-10. Tapi, tetap saya minta 15 hari sebelum Lebaran,” kata Gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Februari 2019 tersebut.

Selain itu, Gubernur beberapa waku lalu juga tak menginginkan distribusi barang di wilayahnya terganggu akibat jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan tersebut ambrol.

Efek yang akan berimbas jika jalur distribusi terganggu, kata dia, yakni kenaikan harga karena tambahan biaya yang keluar akibat jalur yang dilewati setiap harinya terputus.

Sebelumnya, ambrolnya Jembatan Widang ambrol mengakibatkan tiga truk serta satu unit sepeda motor tercebur ke dalam Bengawan Solo.

Seorang pengemudi truk atas nama Muklisin (48), asal Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik, ditemukan meninggal dunia, dan seorang pengemudi truk lagi atas nama Samsul Arif (52) asal Trowulan, Mojokerto, selamat tetapi menderita luka-luka akibat truknya masuk ke Bengawan Solo.

Korban lainnya yaitu Afifudin (20), warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Lamongan dan Ubaidillah Maksum, asal Desa Rembes, Tuban, yang juga ikut tercebur bersama sepeda motornya ditemukan selamat. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER