DPRD Desak Pemprov Tolak Impor Beras Vietnam Masuk Jatim

0
52
Mohammad Alimin
Anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – DPRD Jatim menolak masuknya beras impor dari Vietnam ke Indonesia, salah satunya ke Jatim. Pasalnya, saat ini kondisi beras di Jatim sangat berlebihan sehingga tak membutuhkan beras impor.

“Jatim ini gudangnya beras. Kok saya dengar pemerintah akan impor beras 500 ribu ton dari Vietnam yang akan didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia. Khawatirnya akan masuk ke Jatim. Kami minta agar Pemprov segera menyurati pemerintah pusat untuk menolak beras impor tersebut,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (12/1).

Mohammad Alimin mengatakan Propinsi Jatim yang sudah memasuki swasembada pangan khususnya swasembada beras mampu untuk mengirimkan beras-berasnya ke luar pulau.

“Kami minta agar diperketat pengawasan. Siapa tahu beras impor Vietnam tersebut bisa lolos dan masuk ke Jatim,” sambung politisi Partai Golkar ini.

Pria asal Tulungagung ini menambahkan jika nantinya beras-beras impor asal Vietnam tersebut masuk ke Jatim, pihaknya khawatir akan mengganggu kondisi pertanian di Jatim.

”Harga beras lokal tentunya akan hancur dengan adanya beras impor tersebut,” terangnya.

DPRD Jatim, sambung Mohammad Alimin, khususnya Komisi B akan datang ke Kementerian Pertanian untuk menolak kedatangan beras impor asal Vietnam tersebut masuk ke Jatim.

“Semua sepakat menolaknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk tetap impor beras walau panen raya akan segera berlangsung pada Februari-Maret mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait akan datangnya 500 ribu ton beras impor dari Thailand dan Vietnam pada akhir bulan ini.

“Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus,” ungkap Enggar, dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1).

Pemerintah, kata Enggar, tetap mengimpor beras walau panen tetap terjadi, karena jumlah pasokan medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, tidak mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Pemerintah telah menunjuk Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perusahaan yang akan melakukan impor. (Setya/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Diduga Ada ASN Dukung Gus Ipul, Ini Komentar Mantan Sekdaprov Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Munculnya postingan foto Asisten II Sekdaprov Jatim Fattah Yasin bersama beberapa orang termasuk mantan Gubernur Jatim Imam Utomo dan salah satu...

Tabung Elpiji Meledak di Bandung, 14 Orang Luka

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Tabung gas berukuran tiga kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan di Gang Marsadi, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung, dan melukai...

Korban Dukun Cabul di Sukabumi Terus Bertambah

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Hasil pemeriksaan anggota Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat korban dukun cabul AR (43) warga Ciaul, Kota Sukabumi terus bertambah hingga...
Penggelapan dana

Kejaksaan Jatim Dalami 15 Anggota Dewan Terlibat P2SEM

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mendalami keterlibatan 15 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim periode 2004 - 2009 dalam...
tewas

Seorang Wanita Tewas Diduga Keracunan Minuman

RANTAU, SERUJI.CO.ID - Seorang wanita muda berinisial HS berusia 18 tahun warga Desa Bakau, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, meninggal dunia diduga karena...