DPRD Desak Pemprov Tolak Impor Beras Vietnam Masuk Jatim

0
86
Mohammad Alimin
Anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – DPRD Jatim menolak masuknya beras impor dari Vietnam ke Indonesia, salah satunya ke Jatim. Pasalnya, saat ini kondisi beras di Jatim sangat berlebihan sehingga tak membutuhkan beras impor.

“Jatim ini gudangnya beras. Kok saya dengar pemerintah akan impor beras 500 ribu ton dari Vietnam yang akan didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia. Khawatirnya akan masuk ke Jatim. Kami minta agar Pemprov segera menyurati pemerintah pusat untuk menolak beras impor tersebut,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (12/1).

Mohammad Alimin mengatakan Propinsi Jatim yang sudah memasuki swasembada pangan khususnya swasembada beras mampu untuk mengirimkan beras-berasnya ke luar pulau.

“Kami minta agar diperketat pengawasan. Siapa tahu beras impor Vietnam tersebut bisa lolos dan masuk ke Jatim,” sambung politisi Partai Golkar ini.

Pria asal Tulungagung ini menambahkan jika nantinya beras-beras impor asal Vietnam tersebut masuk ke Jatim, pihaknya khawatir akan mengganggu kondisi pertanian di Jatim.

”Harga beras lokal tentunya akan hancur dengan adanya beras impor tersebut,” terangnya.

DPRD Jatim, sambung Mohammad Alimin, khususnya Komisi B akan datang ke Kementerian Pertanian untuk menolak kedatangan beras impor asal Vietnam tersebut masuk ke Jatim.

“Semua sepakat menolaknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk tetap impor beras walau panen raya akan segera berlangsung pada Februari-Maret mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait akan datangnya 500 ribu ton beras impor dari Thailand dan Vietnam pada akhir bulan ini.

“Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus,” ungkap Enggar, dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1).

Pemerintah, kata Enggar, tetap mengimpor beras walau panen tetap terjadi, karena jumlah pasokan medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, tidak mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Pemerintah telah menunjuk Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perusahaan yang akan melakukan impor. (Setya/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...