DPRD Desak Pemprov Tolak Impor Beras Vietnam Masuk Jatim

0
27
Mohammad Alimin
Anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – DPRD Jatim menolak masuknya beras impor dari Vietnam ke Indonesia, salah satunya ke Jatim. Pasalnya, saat ini kondisi beras di Jatim sangat berlebihan sehingga tak membutuhkan beras impor.

“Jatim ini gudangnya beras. Kok saya dengar pemerintah akan impor beras 500 ribu ton dari Vietnam yang akan didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia. Khawatirnya akan masuk ke Jatim. Kami minta agar Pemprov segera menyurati pemerintah pusat untuk menolak beras impor tersebut,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (12/1).

Mohammad Alimin mengatakan Propinsi Jatim yang sudah memasuki swasembada pangan khususnya swasembada beras mampu untuk mengirimkan beras-berasnya ke luar pulau.

“Kami minta agar diperketat pengawasan. Siapa tahu beras impor Vietnam tersebut bisa lolos dan masuk ke Jatim,” sambung politisi Partai Golkar ini.

Pria asal Tulungagung ini menambahkan jika nantinya beras-beras impor asal Vietnam tersebut masuk ke Jatim, pihaknya khawatir akan mengganggu kondisi pertanian di Jatim.

”Harga beras lokal tentunya akan hancur dengan adanya beras impor tersebut,” terangnya.

DPRD Jatim, sambung Mohammad Alimin, khususnya Komisi B akan datang ke Kementerian Pertanian untuk menolak kedatangan beras impor asal Vietnam tersebut masuk ke Jatim.

“Semua sepakat menolaknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk tetap impor beras walau panen raya akan segera berlangsung pada Februari-Maret mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait akan datangnya 500 ribu ton beras impor dari Thailand dan Vietnam pada akhir bulan ini.

“Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus,” ungkap Enggar, dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1).

Pemerintah, kata Enggar, tetap mengimpor beras walau panen tetap terjadi, karena jumlah pasokan medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, tidak mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Pemerintah telah menunjuk Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perusahaan yang akan melakukan impor. (Setya/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Soekarwo

Soekarwo: Jelang Pilkada Suasana Politik Jatim Akrab

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai suasana politik di Jatim akrab dan tidak ada perpecahan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada...

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...
anggota DPR kaya raya

Fahri: Bambang Soesatyo Sudah Kaya Sejak Lama

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sejak dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggantikan Setya Novanto, nama Bambang Soesatyo terus menjadi sorotan publik. Foto-foto gaya...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...