SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Surabaya akan menggelar imunisasi massal dengan pemberian vaksin untuk mencegah penyakit difteri melalui program imunisasi ulang (ORI) pada Februari, Juni, dan Desember 2018.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita, di Surabaya, Kamis mengatakan langkah ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di Indonesia, khususnya di Surabaya.
“Nanti kami akan lakukan program ORI di seluruh tingkat kecamatan dan kelurahan, kita lakukan secara massal,” ujarnya.
Menurut dia, pada 2017, Surabaya ada 29 kasus difteri, dimana hasil laboratorium sebanyak 28 dinyatakan negatif. Namun, hingga akhir Desember 2017 ada satu yang dinyatakan positif.
Adapun sasaran dari program ORI, kata dia, yakni usia satu hingga di bawah 19 tahun. Penyakit difteri ini sangat mengerikan dan bisa menyebabkan kematian.
Jika seseorang terkena penyakit difteri, kata dia, maka akan mengalami kondisi demam, sakit pada tenggorokan, kemudian dipangkal tenggorokan terdapat selaput abu-abu yang bisa membesar dan menyumbat aliran saraf dan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian.
“Kami punya sasaran untuk yang di bawah 19 tahun mencapai sekitar 753.498 orang. Usia 19 tahun kurang sehari juga tetap akan kami lakukan imunisasi,” katanya.
Data dari Dinkes menyebutkan pada 2017 penyakit difteri menyerang usia di bawah 10 tahun mencapai 24 orang, sedangkan usia 26 hingga 30 tahun sebanyak 3 orang, dan terakhir satu orang dengan usia lebih dari 60 tahun. Seseorang bisa terkena penyakit difteri dikarenakan imunisasi dasarnya tidak lengkap.
Febria akan menyiapkan sekitar 6.677 pos-pos untuk mendukung berjalannya program ORI, dengan dibantu dari satgas, DP5A dan OPD terkait.
Selain itu, kata dia, pihaknya mengaku juga sudah bekerja sama dengan rumah sakit dan perguruan tinggi, dengan total tenaga vaksinator sebanyak 1.093 orang.
“Untuk vaksin khusus sasaran usia 19 tahun ke bawah, nanti akan disiapkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya. (Ant/SU05)
