SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Warga Babatan, khususnya Babatan gang 2 tidak percaya mendengar kabar yang beredar tentang seorang perawat yang melakukan pelecehan seks terhadap pasien di RS National Hospital. Karena perawat yang diberitakan di berbagai media tersebut, adalah orang baik yang pernah mereka kenal, Zainudin Abdillah alias Junaidi, atau yang mereka biasa sapa Juned.
Trimarni (61), ibu pemilik rumah kontrakan yang ditempati Juned, mengaku kaget melihat video viral yang tayang di TV adalah Juned, alias Zainudin Abdillah, salah seorang tetangga yang mengontrak rumahnya di jalan Babatan Gang 2 No. 77A.
“Ya saya ga bisa nyalahkan siapa yang salah, tapi saya rasa mas Juned orangnya baik. kagetnya itu ‘mosok seh iku mas juned’, cucu saya ngomong ‘iyo mak, iku mas juned, masalah puting beliung’,” kata nenek 6 cucu itu saat ditemui SERUJI, sembari bersandar di sofa ruang tamu rumahnya, Jumat (2/2) sore.
Kepada SERUJI, ia mengaku hanya bisa memberikan doa pada Juned, yang telah 2 bulan pindah dari kontrakannya, dan mendadak tertimpa musibah dugaan kasus pelecehan terhadap pasien berinisial W, istri seorang pengacara ternama di Surabaya.
“Ya gimana ya, dungo-dungo ae, saya itu gak bisa mbales apa-apa, kok malah kena musibah, namanya orang ya gak nyangka ya, baru pindah dari sini saya gak tau kalau diluar,” pengkasnya.
Baca juga: Kasus RS National Hospital, PPNI: Penahanan Perawat Bentuk Ketidakadilan
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga terjadi pelecehan seksual di Rumah sakit mewah di kawasan Surabaya Barat. Hal itu terungkap dari video yang tersebar lewat sosial media, yang diunggah oleh korban diakunnya sendiri.

Wanita dengan inisial W, yang sedang dirawat di RS tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual oleh perawat yang merawatnya. Bagian sensitif dari W diremas oleh perawat, Zainudin Abdillah alias Junaidi, saat W dalam kondisi setengah sadar dibawah pengaruh bius, selepas menjalani operasi.
(Luh/Zyk)
