SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Suasana mediasi antara penghuni, takmir Mushola An-Nuur dan pengelola Apartemen Puncak Kertajaya (APK), yang difasilitasi kepolisian, Rabu (24/1) sempat ricuh.
Pasalnya seorang karyawan APK bernama Doni, yang baru saja dipecat, hampir baku hantam dengan Arya, koordinator lapangan APK, di depan Mushola An-Nuur, di basement APK, lokasi mediasi yang sedang berlangsung.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SERUJI, Doni adalah instruktur Fitnes yang telah bekerja di APK selama empat tahun. Namun sekitar pukul 12 siang, Rabu (24/1), Doni telah dipecat oleh pengelola APK.
Doni mengaku ditelpon Nina dari bagian purchesing APK atas perintah Manager Anne, bahwa mulai hari itu juga, sudah tidak diperpanjang kontraknya alias dipecat.
Setelah memperoleh kabar itu, Doni emosi namun melampiaskannya dengan latihan Fitnes.
Karena ingin mengeluarkan unek-uneknya, pria bertubuh kekar ini lantas menuju parkir mobil dekat mushola An-Nuur, untuk menemui Arya. Sempat terjadi ketegangan, namun berhasil dilerai oleh petugas keamanan, polisi dan penghuni, yang saat itu sedang melakukan mediasi terkait persoalan larangan sholat Jumat yang diduga dikeluarkan pengelola APK.
Baca juga: Viral Larangan Sholat di Apartemen Puncak Kertajaya, Ini Kesaksian Penghuni
“Emosi saya tahan, namun sakit hati tidak bisa diredam, lantas menghampiri Arya karena ingin tonjok kepalanya,” ungkap Doni kepada SERUJI, Rabu (24/1).

Doni mengaku saat ditelepon, ia menanyakan apa kesalahannya hingga dipecat.
“Namun Nina, bingung menjawab dan hanya bersuara seperti sesenggukan,” ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Doni, ia sebelumnya telah mengikuti sholat Jumat. Setelah sholat Jumat itu, ia mendengar pembicaraan antar teman kalau akan dipecat.
“Sebelum ada putusan pecat, saya mengikuti sholat Jumat pada 19 Januari kemarin, dan saat itu memang sudah ada pengumuman dilarang sholat Jumat. Namun persoalan beribadah saya tidak peduli yang penting beribadah sesuai agama saya. Setelah itu ada omongan antar teman sambil melihat saya, kalau akan dipecat, eh taunya sekarang di pecatnya,” bebernya.

Doni mengaku selama empat tahun bekerja di APK tidak melakukan kesalahan bahkan datang selalu tepat waktu.
“Saya tidak membuat kesalahan apa-apa namun pihak managemen tadi telpon bahwa Anne memutuskan melalui Nina, untuk memecat saya, padahal selama kerja disini (APK) selalu rajin. Masuk kerja lebih awal jam 7 pagi dan meski jadwal aktifitas jam 12, bahkan saya kerja di sini sudah empat tahun,” pungkasnya.
Sementara itu pihak kepolisian yang ada di lokasi dan mengetahui kejadian tersebut hanya melerai dan berjanji akan menindaklanjuti informasi dari Doni, tanpa melibatkan Doni dalam mediasi sebagai saksi karyawan yang dipecat.
“Kami akan selidiki nanti,” kata Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Benny Prawono, saat diminta tanggapannya oleh SERUJI.
Pihak Takmir Mushola An-Nuur, Taufik, yang melihat kejadian tersebut hanya bisa pasrah, apalagi kemudian polisi menyatakan kasus larangan sholat Jumat yang sempat viral tersebut, dianggap selesai.
“Mas, laporkan saja ke dinas tenaga kerja (karena dipecat, red),” kata Taufik kepada Doni.
Baca juga: Terkait Larangan Sholat di Mushola Apartemen, Polisi Anggap Selesai
Arya, koordinator lapangan APK, saat diminta tanggapannya atas pemecatan Doni, tidak memberikan jawaban yang pasti.
“Saya tidak tahu kejadiannya (alasan pemecatan, red),” kata Arya sambil menghindar.
Sampai berita ini diturunkan, SERUJI masih berusaha mengkonfirmasi kepada manajer pengelola APK, Anne dan Nina dari bagian purchesing APK, namun belum berhasil.
Update (25/1/2018), pukul 10.25 WIB;
Pihak PT Selaras Inti Kelola (SIK), sebagai pengelola Apartemen Puncak Kertajaya, saat dikonfirmasi SERUJI, terkesan menghindar.
Lewat nomor telpon 031-562xxx5, SERUJI menghubungi kantor PT SIK yang berada di kawasan Mayjend Sungkono, Surabaya dan tersambung dengan Nina, dari bagian Purchasing, yang menyampikan pemecatan kepada Doni.
“Maaf mas saya tidak bisa menjawab, dan saya masih ada kerjaan,” jawab Nina lewat telpon, saat SERUJI mengkonfirmasi alasan pemecatan terhadap Doni, apakah benar karena sholat Jumat.
Nina juga menghindar saat ditanyakan kebenaran informasi soal pemecatan karyawan lainnya akibat melanggar larangan Sholat di Mushola An-Nuur.
“Saya benar-benar tidak bisa menjawab mas, tolong ini saya ada kerjaan,” jawab Nina, sambil menutup telpon.
(Devan/Hrn)
