“Lalu ada Kampung e-Learning, pembelajaran desa berbasis digital yang merupakan kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan ‘startup’ bidang teknologi pendidikan berkelas internasional. Bulan ini kami luncurkan,” ujar Anas.
Banyuwangi, katanya, juga mengintegrasikan program Garda Ampuh (Gerakan Angkat Anak Muda Putus Sekolah) dengan desa. Ada tabungan ribuan pelajar desa senilai Rp1 juta per siswa, serta bantuan uang saku tiap hari dan biaya transportasi yang difokuskan di desa-desa di empat kecamatan dengan potensi kemiskinan tinggi.
“Juga ada integrasi puskesmas dan desa untuk jemput dan rawat warga miskin yang sakit,” kata Anas. (Ant/SU03)
