Inilah Tanggapan Sultan HB X Atas Tulisan “Bunuh Sultan”

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan aksi anarkis sejumlah mahasiswa saat Hari Buruh di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (1/5) sore.

“Masyarakat saya kira jangan terpancing oleh provokasi, ya tenang sajalah,” kata Sultan HB X seusai menghadiri upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Rabu (2/5).

Menurut Sultan, aksi anarkis sejumlah mahasiswa yang diwarnai dengan pelemparan bom molotov ke Pos Polantas di kawasan pertigaan UIN Sunan Kalijaga itu sudah ditangani dengan baik oleh aparat kepolisian.

Terhadap mahasiswa, Sultan mengaku tidak ingin berpesan apa-apa, sebab menurut dia, aksi sejumlah oknum itu hanya terkait dengan protes pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. “Saya kira kalau mahasiswa enggak ya, ya kepentingannya kepentingan Kulon Progo (Bandara NYIA) saja,” kata dia.

Tidak hanya membakar Pos Polantas dengan bom molotov, sejumlah oknum peserta aksi pada Senin (1/5) sore juga menuliskan kalimat bernada ancaman terhadap Sultan HB X dengan tulisan “Bunuh Sultan” di papan baliho yang tidak jauh dari Pos Polantas. Hal itu yang kemudian turut menyulut kemarahan warga di sekitar kawasan itu untuk ikut membubarkan aksi.

Baca juga: Cari molotov Polda Yogyakarta Sita 55 Botol Bom Molotov

Terkait hal itu, Sultan menanggapi dengan santai serta tidak berniat melaporkannya ke pihak berwenang.

“Tidak apa-apa, tidak semudah itu. Tidak usah lapor, apa-apa kok dilaporkan,” kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.