Terkena Radang Otak, Selama 17 Tahun Warga Garut Ini Tergolek di Tempat Tidur

GARUT, SERUJI.CO.ID – Berbeda dengan remaja seusianya yang aktif beraktifitas, Robby Mulyadi, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, justru sebaliknya. Dalam usianya hampir 17 tahun, Robby justru hanya bisa tergolek di tempat tidur.

Kondisi Robby ramai jadi bahan perbincangan warga di media sosial. Warga berharap ada pihak yang mau mengulurkan tangan membantu pemuda itu.

Putra dari Lina Herlina dan Saepudin ini, selama ini hanya mengkonsumsi makanan instan bayi promina untuk di makan setiap harinya.

Menurut Lina, Robby menderita radang otak sejak umurnya menginjak 6 bulan.

“Saat itu ia mengalami panas hebat, dan kami menduga itu panas biasa seperti yang sering dialami bayi,” kata Lina kepada kepala desa yang menjenguknya bersama SERUJI, Ahad (8/7).

Namun, lanjutnya, ternyata panas itu terus berlanjut tak ada hentinya dan sering disertai dengan kejang. Dan alangkah terkejutnya Lina dan Saepudin ketika memeriksakan Robby, yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara itu, kepada dokter.

“Dokter mengatakan anak saya mengalami penyakit radang otak,” kata Lina dengan mata berkaca-kaca.

Kini, saat  memasuki usia 17 tahun, panas dan kejang masih Roby alami.

“Sewaktu bayi sering mengalami panas hebat dan kejang, sampai sekarang gejala itu tak pernah berhenti. Dan kini Robby hanya bisa berbaring di tempat tidur,” jelasnya.

Kepala Desa Mekarsari Burhanudin saat menjenguk Robby, Ahad (8/7/2018)

Sebagai orangtua, ia tentu berharap Robby tumbuh normal sebagaimana anak lainnya.

“Kami sudah ke sana ke mari membawa Robby, dengan harapan ia sehat. Namun Tuhan belum mengabulkan doa dan upaya kami,” ungkapnya.

Kepala Desa Mekarsari Burhanudin mengatakan, Robby yang sejak kecil mengalami kelainan sudah masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Ia pun telah mengupayakan lewat pendamping PKH agar Robby mendapat bantuan secara maksimal. (Roni hd/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER