Pemkab Garut Kembali Berhasil Pulangkan 158 Warga Korban Gempa Sulteng

GARUT, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Tim Gabungan yang di bentuk untuk memulangkan pengungsi korban gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah berhasil memulangkan 158 pengungsi asal Garut yang selamat dalam musibah tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, tim dibagi menjadi kelompok yang ditempatkan di lokasi berbeda. Tim pertama ditempatkan di Posko Setda Garut, yang kedua di Posko Halim Perdana Kusuma dan tim ketiga melakukan penjemputan langsung ke Makasar dan Palu.

Kepala Bidang Kehumasan Diskominfo Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat mengatakan pengungsi terakhir tiba di Garut pada Senin (8/10) pukul 22.00 WIB berjumlah 20 orang.

”Mereka berasal Kecamatan Sukaresmi, Bayongbong, Pameungpeuk, Samarang, Limbangan dan Garut kota,” kata Ricky di Garut setibanya dari Makasar, Senin (8/10) malam.

Dengan demikian, lanjut Ricky, sejak pertama penjemputan oleh Kapolres Garut dan Kodim 0611 hingga penjemputan yang dilaksanakan oleh Pemkab Garut, total jumlah warga Garut yang telah berhasil dijemput berjumlah 158 orang.

”Semua pengungsi dalam kondisi sehat dan sudah dikembalikan kepada keluarganya”, jelasnya.

Sementara itu, Bupati Garut Helmi Budiman yang menyambut kedatangan para korban berharap bagi warga Garut segera melaporkan ke Pemkab bila ada keluarganya yang bekerja di Sulteng tapi belum kembali.

“Kami masih terus mengumpulkan data warga Garut yang berada di Sulawesi Tengah. Kami berharap warga Garut yang memiliki keluarga bekerja di Sulawesi Tengah, segera lapor ke pemerintahan desa. Penjemputan yang dilakukan Pemkab kali ini pun berkat laporan para kepala desa,” kata Helmi. (Roni HD/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.