Warga Perbatasan Indonesia-Malaysia Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

0
197
Mayjend Soeharto masa itu memimpin penumpasan pemberontakan PKI.

PUTUSSIBAU – Warga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mendukung rencana pemutaran kembali film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” untuk ditonton oleh masyarakat Indonesia di berbagai daerah.

“Saya sebagai warga perbatasan sangat mendukung rencana Panglima TNI untuk mengajak semua lapisan masyarakat nonton bareng (nobar) pemutaran film G30SPKI,” kata tokoh masyarakat perbatasan, Heny Sudayat di Putusassibau, Rabu (20/9).

Menurut Sudayat, pemutaran kembali film G30S/PKI itu dapat mengingatkan kita sebagai warga negara Indonesia, begitu beratnya para pendiri bangsa dalam menegakkan kedaulatan negara tercinta ini.

Sehingga, kata Sudayat, sangat tidak pantas jika kemerdekaan yang sudah diraih itu tidak diisi dengan hal – hal yang bisa lebih meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Yang perlu kita tanamkan rasa persatuan dan kesatuan, sebagai warga negara yang terlahir dari kebhinekaan, kita jangan mau diadu domba,” kata Sudayat.

Ia mengatakan, “sebagai wujud rasa syukur kita atas kenikmatan kemerdekaan, maka kita mesti mengisi kemerdekaan dengan membangun dan menjaga kedaulatan NKRI”.

“Kita tidak bisa melupakan sejarah perjuangan baik pahlawan yang merebut kemerdekaan maupun pahlawan revolusi,” kata Sudayat menegaskan.

Dirinya berharap dengan pemutaran kembali film G30S/PKI yang akan dipertontonkan ke masyarakat, dapat menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk mengingat kembali, bagaimana pedihnya sejarah silam yang telah banyak memakan korban.

Ia juga merasakan saat ini ujian negara Indonesia sangat hebat, bahkan ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Justru, kata Sudayat, para elit politik memanfaatkan situasi ditengah goncangnya persatuan dan kesatuan, demi unuk kekuasaan dan kepentingan, tanpa memikirkan betapa besarnya kepentingan bangsa Indonesia.

“Saya rasa pemutaran film bersejarah itu dapat dijadikan pemersatu bangsa, dan saya berharap bukan hanya film G30SPKI saja, film perjuangan sejarah Indonesia perlu juga di pertontonkan secara terbuka kepada masyarakat,” pinta Sudayat. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...