Praktek Penangkapan Ikan Secara Ilegal di Sulawesi Tenggara Masih Merajalela

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Praktek penangkapan ikan secara ilegal antara lain dengan menggunakan bom dan racun akar tuba di Sulawesi Tenggara hingga kini masih merajalela. Akibatnya banyak areal karang laut di daerah Konawe Kepulauan, Bombana dan Konawe Selatan kini rusak parah.

Bupati Konawe Kepulauan H Amrullah kepada SERUJI di Kendari, Kamis (10/1) menjelaskan akibat maraknya praktek penangkapan ikan secara ilegal di daerahnya, luas perairan berbatu karang di Konawe Kepulauan yang kini rusak melebar tidak saja di desa Wawouso dan Lawey tetapi merata hampir di semua desa pantai.

“Mereka menangkap ikan pakai bom sehingga menghancurkan tidak saja karang laut yang menjadi rumah ikan, tetapi juga mematikan anak anak ikan,” ujar Bupati.

Para pelaku penangkapan ikan secara ilegal rata-rata nelayan pendatang, juga ada nelayan desa dan pemuda desa di Konawe Kepulauan.

Untuk menanggulangi hal itu Bupati H Amrulullah menyebutkan sekarang sudah dibentuk beberapa forum warga pengaman pantai di Konawe Kepulauan. Forum itu ditugasi menjaga pantai dan perairan di daerahnya agar aman dan tidak lagi dikunjungi nelayan pengebom ikan. Forum itu juga memiliki akses yang lancar untuk melapor ke polisi air dan aparat Dinas Perikanan Pemkab.

Di Kabupaten Bombana, seperti dituturkan Kapolres AKBP Andi Adnan, Sabtu lalu, praktek pemboman ikan juga merajalela dan memusingkan aparat terkait. Pelakunya kebanyakan nelayan pendatang.

Untungnya di daerah ini, menurut Kapolres Bombana, forum warga pengaman pantai yang sudah lama dibentuk sangat aktif dan selalu melapor jika melihah nelayan yang dicurigai akan membom ikan.

Salah seorang nelayan pengebom ikan yang dilaporkan kemarin bernama Opang (56) asal Pulau Mataha Kelurahan Siken, Kabaena Barat, Bombana. Opang dipolisikan karena tertangkap tangan membawa sejumlah bom ikan. Kini Opang ditahan di Mapolres Bombana. (AH/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.