Polda Kalbar Petakan Jalur Mudik Lebaran

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID –¬†Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) telah memetakan jalur mudik Lebaran 2018, baik untuk transportasi darat, laut, maupun sungai dan udara guna memberikan kenyamanan dan keamanan pada masyarakat.

“Hal itu penting kami lakukan untuk memberikan rasa aman bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya merayakan Lebaran bersama keluarga mereka,” kata Kapolda Kalbar Irjen (Pol) Didi Haryono di Pontianak, Selasa (12/6).

Selain memetakan jalur mudik, Polda Kalbar juga menyiagakan 2.641 personel polisi, TNI dan petugas instansi terkait yang ditempatkan di pos pengamanan dan pelayanan, yang sudah disediakan di 14 kabupaten/kota sepanjang jalur mudik dan balik Lebaran 2018, katanya.

“Kami juga menambah personel polisi di seluruh jajaran Polda Kalbar, termasuk di lingkungan Polresta Pontianak,” ujarnya.

Kapolda Kalbar juga mengimbau para pemudik untuk berhati-hati dan tetap waspada terhadap penipuan dan hipnotis selama mudik Lebaran, sehingga selamat sampai di tujuannya masing-masing.

“Kami selalu ingatkan agar masyarakat saat mudik selalu waspada dan mawas diri, termasuk antisipasi tindak kriminal dengan pembiusan dan kejahatan hipnotis,” katanya.

Selain itu, guna mencegah terjadinya kecelakaan saat mudik, jajaran Polda Kalbar juga membangun Posko Lebaran 2018, yang disebar pada titik-titik paling rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kami imbau para pemudik agar lebih hati-hati saat melewati jalan rusak dan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari yang minim penerangan, serta tidak berkendaraan dalam kecepatan tinggi,” katanya.

Kapolda Kalbar menambahkan bagi para migran Indonesia yang bekerja di luar negeri juga diminta berhati-hati ketika mudik, dengan tidak membawa perhiasan yang berlebihan, agar tidak memancing orang lain untuk berbuat kejahatan. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Pemimpin Belum Lulus

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER