Menyambut Hari Buruh, Polisi Kupang Siaga

KUPANG – Dalam rangka antisipasi aksi buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh atau “May Day” pada Senin 1 Mei mendatang, Kepolisian Resor Kupang Kota akan menyiagakan sejumlah personel.

“Sampai dengan hari ini belum ada laporan bahwa ada aksi damai memperingati Hari Buruh. Tetapi untuk personelnya kita tetap siagakan,” kata Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Ch Nugroho di Kupang, Sabtu (29/4).

Anthon juga menjelaskan, selain untuk mengamankan jika ada aksi buruh, kesiapsiagaan kepolisian juga untuk mengantisipasi jika ada organisasi-organisasi lain yang menggunakan momen Hari Buruh untuk mengelar aksi demonstrasi.

“Sampai dengan saat ini belum ada surat pemberitahuan bahwa ada unjuk rasa dari buruh atau dari organisasi manapun,” katanya.

Lebih lanjut Anthon mengatakan jumlah personel yang disiapkan belum pasti, karena akan ditentukan dengan melihat situasi di lapangan.

Sebelumnya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Stanis Tefa mengatakan pihaknya tidak akan turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional, seperti rencana pekerja di tempat lain.

“Kalau hanya sekadar menggelar aksi massa rutin setiap tahun tetapi tidak membuat keinginan serikat pekerja dituruti, misalnya tuntutan kenaikan upah untuk kesejahteraan tidak diindahkan, maka tidak perlu aksi-aksi turun ke jalan,” katanya.

Menurut anggota DPRD NTT 2009-2014 itu, apa pun aksi yang dilakukan para buruh atau pekerja pada 1 Mei itu harus berdampak pada perubahan pola pengupahan. Namun, kalau yang terjadi saat ini justru sebaliknya, maka sebaiknya dicari pendekatan lain.

Diagendakan pada Hari Buruh tahun 2017 ini pihaknya melakukan sosialisasi tentang keberadaan (BPJS) Ketenagakerjaan dan masalah human trafficking di daerah itu serta sosialisasi tentang manfaat Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan.

“Memang kami beraksi tapi tidak turun ke jalan untuk menggelar demo. Bisa juga lewat sosialisasi tentang BPJS Ketenagakerjaan dan masalah trafficking,” tambahnya.

 

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER