Jelang Pencoblosan, Penyelenggara KPU di Sulawesi Tenggara Dilarang Bepergian

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Hari pencoblosan Pemilu tinggal beberapa hari lagi, sementara frekuensi kesibukan masih amat padat. Berkait dengan itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara mengeluarkan larangan bepergian bagi semua penyelenggara Pemilu.

“Tidak boleh dulu bepergian kemana mana, apalagi sekadar pelesir ke lokasi wisata di luar kota. Semua harus standbye, siap ditempat karena pekerjaan yang masih menumpuk sampai tugas Pemilu beres semua akhir April,” kata Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Mutalib kepada SERUJI di Kendari, Ahad (6/4).

Pelarangan bepergian itu, kata Natsir, berlaku untuk semua unsur penyelenggara Pemilu di Sultra, meliputi para komisioner KPU Kota/Kabupaten, petugas Panitia Pemilu Kecamatan, petugas Panitia Pemungutan Suara dan petugas kelompok Penyelenggara Pemungutan suara.

Kalau pun harus bepergian karena ada keluarga yang sakit atau berada dalam kondisi darurat, Natsir menegaskan harus ada izin tertulis. Kalau melanggar sudah disiapkan sanksi tegasnya.

“Sejauh ini sejak larangan itu disebar kemarin, sudah ada permohonan bepergian ke Makassar, Denpasar dan Jakarta yang diajukan penyelenggara Pemilu Kota dan Kabupaten. Tapi permohonan itu sudah dibatalkan karena alasan bepergian untuk kepentingan pribadi,” ujar Abdul Natsir.

Melalui SERUJI, Ketua KPU Sultra itu juga memohon doa dari masyarakat luas agar pelaksanaan Pemilu 2019 di Sultra berlangsung aman, lancar dan sukses.

Diakui Natsir, penyelenggaraan Pemilu di Sulawesi Tenggara sudah diprediksi memiliki beberapa kerawanan yang bisa mengganggu kelancaran Pemilu. Pihak keamanan yang terdiri dari unsur Polri dan TNI serta petugas pendukung juga sudah siap mengamankan Pemilu 2019 Sultra.

“Karena itu selain memohon doa masyarakat agar Pemilu di Sultra lancar, kami juga melarang semua unsur penyelenggara Pemilu bepergian,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ