Gunung Soputan Meletus, Bandara Sam Ratulangi Masih Beroperasi Normal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Aktivitas Gunung Soputan, Sulawesi Utara yang sempat menyemburkan abu vulkanik tidak mengganggu operasional Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait  di Jakarta, Rabu (3/10), mengatakan tidak ada bandara yang berada di dalam area sebaran abu vulkanik.

“Bandara Sam Ratulangi Manado berada 15 nautical mile di batas luar area sebaran abu vulkanik, sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Manado,” katanya.

Yohanes menjelaskan semburan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sebagai berikut yang tertiup angin dan bergerak ke arah Barat Laut dengan kecepatan lima knots, yang tertiup angin dan bergerak ke arah Barat dengan kecepatan 15 knots dan yang tertiup angin dan bergerak ke arah Barat dengan kecepatan 15 knots

“Terdapat ATS route yang terdampak yaitu W15, W32 dan W51. Pemanduan lalu lintas udara di jalur ini diatur dengan radar, untuk menghindari paparan abu vulkanik,” katanya.

Yohanes mengatakan AirNav melakukan observasi secara terus menerus dan akan memberikan update bila ada gangguan terhadap operasi penerbangan.

Gunung Soputan, Sulawesi Utara meletus, Rabu (3/10/2018). (foto:BNPB)

(Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER