Dewan Pendidikan Sulsel Minta Disdik Sosialisasi Lebih Masif PPDB dengan Sistem Zonasi

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Dewan Pendidikan (DP) Provinsi Sulawesi Selatan meminta Dinas Pendidikan Sulsel agar lebih masif menyosialisasikan penerapan sistem zonasi yang ditargetkan mencapai 90 persen untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

“Kesalahpahaman di masyarakat harus ditekan dengan sosialisasi sistem zonasi yang lebih masif,” ungkap Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Dr H Adi Suryadi Culla di Makassar, Selasa (14/5).

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata Adi, meski sistem zonasi telah direalisasikan dua tahun terakhir, namun faktanya masih banyak masyarakat yang belum mengerti dan paham dengan aturan relatif masih baru ini.

“Oleh karena itu, sosialisasi PPDB sitem zonasi perlu dilakukan ke bawah dan sebaiknya pihak sekolah ikut terlibat dalam sosialisasi sistem zonasi. Begitu pula dengan stakholder terkait, mulai dari organisasi termasuk dewan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Adi, kegagalan sebuah perencanaan tergantung dari sosialisasi awal yang dilakukan, menyampaikan landasan, maksud dan tujuan dari sebuah perencanaan. Begitu pula untuk sistem zonasi yang sepenuhnya akan berlaku di Sulawesi Selatan.

“Jika ditelusuri, banyak masyarakat tidak paham apalagi aturannya relatif masih baru, belum sepenuhnya masyarakat menerima. Ditambah kondisi psikologis, memang perlu diberikan penjelasan terkait tujuan pemerataan pendidikan yang dimaksud pemerintah,” papar Adi.

Meski demikian, langkah Disdik Sulsel, diakui telah tepat untuk memperbaiki wajah pendidikan dengan pemerataan tanpa labelisasi sekolah. Terlebih, kebijakan tersebut diakui memang merupakan perubahan regulasi.

“Ukuran 90 persen itu didasarkan pada regulasi. Bahkan awal kebijakan pemerataan siswa sehingga dengan sistem ini tidak ada lagi yang bergantung kepada sekolah favorit namun memandang semua kualitas sekolah sama,” lanjutnya.

Hanya saja, persoalan yang kemudian muncul yakni aplikasi dan penyebarannya, butuh pemetaan terhadap daya tampung yang dimiliki zona sekolah yang sudah ditentukan.

“Kemungkinan juga menghadapi kenyataan di lapangan, daya tampung sekolah juga terbatas,” tandasnya.

Namun berdasarkan pertemuan Dewan Pendidikan Sulsel dengan Disdik Sulsel, Adi menyebutkan pihak Disdik telah membuat pemetaan daya tampung yang telah melebihi target siswa yang akan tamat tahun ini.

Sebelumnya, Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo menyampaikan, kebijakan sistem zonasi merupakan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 889/IV tahun 2019 yang mengatur tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi 90 persen, 5 persen prestasi dan 5 persen jalur perpindahan orang tua/wali.

“Jadi ini juga didasari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no 51 tahun 2018 terkait PPDB tahun 2019,” jelasnya.

Tahun lalu, Disdik Sulsel hanya menerapkan sistem zonasi di berbagai sekolah dengan presentase 50 persen, sementara tahun 2019 akan ditingkatkan hingga 40 persen menjadi 90 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER