Linda juga menjelaskan tidak semua paket di PKBM itu mendapat dana operasional. Contohnya di PKBM SMS tersebut, pada 2017 mendapatkan dana BOP untuk paket B sebanyak 73 anak dengan dana Rp1,4 juta per anak per tahun, kemudian paket C sebanyak 110 anak dengan dana Rp1,7 juta per anak per tahun.
“Untuk paket A sama sekali tidak mendapat BOP, tapi ternyata ada penerima KIP nonformal yang mengenyam paket A sebanyak 15 orang. Jadi kami berinisiatif untuk subsidi silang,” kata Linda.
“Begitu juga untuk mata pelajarannya juga paket B dan C untuk tujuh mata pelajaran, tapi praktiknya jumlah mata pelajaran ada 13 karena ditambah seni budaya, agama, olahraga, maupun kunjungan ke lapangan Dana BOP juga untuk gaji tutor, biaya modul, alat tulis dan sebagainya,” pungkasnya. (Ant/SU03)
