Wisman ke Bali Meningkat 23 Persen

DENPASAR – Daerah tujuan wisata Pulau Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 4,92 juta orang selama tahun 2016. Jumlah ini meningkat 23,14 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4,001 juta orang.

“Mereka datang dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 4,85 juta orang dan sisanya 75.303 orang melalui pelabuhan laut,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Sabtu (18/2).

Kunjungan wisman tersebut melampaui sasaran, karena Dinas Pariwisata setempat menargetkan kunjungan wisman pada 2016 sebanyak 4,2 juta orang. Sementara Bali dalam tahun 2017 mempunyai sasaran untuk mendatangkan 5,5 juta wisman.

Adi Nugroho menambahkan, khusus untuk bulan Desember 2016 turis ke Bali sebanyak 442.800 orang, yang datang melalui Bandara Ngurah Rai 437.946 orang dan lewat pelabuhan laut 4.854 orang.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 19,47 persen dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (Desember 2015) atau juga meningkat 7,16 persen dibandingkan dengan bulan November 2016.

Adi Nugroho menjelaskan, dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, delapan negara di antaranya mengalami peningkatan signifikan dan dua negara mengalami penurunan yang terdiri atas Malaysia merosot 5,6 persen dari 190.381 orang pada tahun 2015 menjadi 179.721 orang pada tahun 2016. Selain itu wisatawan Korea Selatan merosot 0,93 persen dari 152.866 orang menjadi hanya 151.440 orang.

Adi Nugroho menambahkan, delapan negara yang masyarakatnya semakin tertarik berliburan ke Bali meliputi Australia yang berada urutan teratas meningkat 18,23 persen dari 966.869 orang pada tahun 2015 menjadi 1,14 juta orang tahun 2016.

Menyusul China yang berada di peringkat kedua melonjak 43,91 persen dari 688.469 orang menjadi 990.771 orang, Jepang naik 2,99 persen dari 228.185 orang menjadi 235.009 orang dan Inggris naik 32,15 persen dari 167.628 orang menjadi 221.521 orang.

Wisatawan India naik 57,04 persen dari 119.304 orang menjadi 187.351 orang, Amerika Serikat naik 27,43 persen dari 133.763 orang menjadi 170.457 orang, Prancis naik 25,74 persen dari 131.451 orang menjadi 165.291 orang dan Jerman bertambah 27,90 persen dari 120.347 orang menjadi 153.925 orang, ujar Adi Nugroho.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER