Pasca Kericuhan 22 Mei, Polda Bali Laksanakan Razia Stasioner


DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan “razia stasioner” (razia di tempat) untuk mendukung pengamanan pasca kericuhan 22 Mei di Jakarta terkait sengketa Pilpres 2019 di Bawaslu yang kini sudah bergulir ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pascapleno rekapitulasi suara KPU Pusat 2019, pengamanan tidak hanya dilakukan di Jakarta, namun kegiatan pengamanan juga dilakukan di Bali, apalagi sengketa berlanjut ke Bawaslu dan MK,” kata Kabid Humas Polda Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja ketika dikonfirmasi di Denpasar, Ahad (26/5).

Pasca kericuhan di Jakarta itu, personel Polda Bali dan jajarannya melaksanakan tugas patroli di beberapa tempat untuk mencegah masalah yang berpotensi merusak kondusivitas keamanan di Provinsi Bali.

“Pasca kericuhan di Jakarta itu, situasi keamanan di Bali hingga kini masih tetap kondusif dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Saat ini, kami tetap melaksanakan razia stasioner guna mencegah masuknya beberapa benda berbahaya seperti senjata tajam dan bahan peledak,” katanya.

Ada juga upaya pendekatan dialogis yang dilakukan kepada tokoh masyarakat Bali dengan tujuan dapat membantu menyejukkan dan menjaga kondusivitas kondisi yang ada di wilayah Bali. “Kami mengimbau masyarakat Bali untuk tetap tenang, meski Jakarta mengalami kericuhan,” katanya.

Pihaknya pun telah menyediakan wadah untuk masyarakat jika ada pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu agar menyalurkan aspirasinya. “Polda Bali siap memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Bali,” katanya.

Sementara itu, aparat Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar juga memberi dukungan Polri dengan menugaskan personel di Pos TNI AL Gilimanuk dan Candi Dasa untuk melakukan razia penumpang bus dan kendaraan pribadi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana dan Pelabuhan Padang Bai, Kabupaten Klungkung, Bali.

Target sasaran yang diperiksa antara lain kendaraan bus penumpang, mobil truk dan kendaraan pribadi dari Lombok/NTB tujuan Bali dan Jawa yang diangkut dengan kapal-kapal ferry melalui Pelabuhan Padang Bai dan Gilimanuk.

Semua penumpang dan barang bawaan diperiksa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, namun hingga saat ini, aparat keamanan belum menemukan adanya bus dan truk serta kendaraan pribadi yang mencurigakan pasca-kericuhan di Jakarta itu.

Saat ini, aparat keamanan yang berada di Pelabuhan Padang Bai dan Gilimanuk masih tetap siaga dan waspada untuk mengantisipasi adanya pergerakan massa dari Lombok maupun Bali, sekaligus melakukan pengamanan menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2019.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Masa Bakti Dewan Pendidikan 2014-2019 Berakhir, Pemkot Surabaya Buka Rekrutmen

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan bahwa proses rekrutmen akan dimulai dengan pendafatran yang dilakukan secara daring (online) mulai hari ini, Selasa (18/2) hingga Jumat (28/2) mendatang.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

TERPOPULER

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi
close