KUPANG, SERUJI.CO.ID – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Agung Sabar Santoso mengatakan potensi konflik menjelang dan saat hari “H” Pilgub NTT dan pilkada di sejumlah daerah setempat pasti ada, namun aparat keamanan sudah mengantisipasi.
“Kalau bicara soal potensi konflik pasti ada jelang dan saat pilgub dan pilkada nanti, tetapi kita optimis bahwa semaunya akan aman-aman saja,” katanya di Kupang, Selasa (17/10).
Pilkada 2018 di NTT akan diikuti oleh 10 kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Sikka, Alor, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Rote Ndao.
Disamping itu, pada 2018 juga NTT akan mengelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur sehingga menurut Kapolda Agung, berbagai antisipasi sudah dilaksanakan.
“Sejumlah personel sudah kita siapkan tinggal menunggu untuk mengelar pasukan saja,” katanya.
Jenderal polisi berbintang dua tersebut mengatakan jumlah pasukan sudah pasti akan dua per tiga dari total jumlah pasukan yang ada.
Untuk mencegah terjadinya konflik menjelang dan saat pilkada, ia memerintahkan semua kapolres dan kapolsek untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
Mereka diperintahkan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat terkait dengan usaha menjaga keamanan bersama.
Sejumlah tokoh seperti, tokoh masyarakat, tokoh adat, politik, pemuda, katanya, harus dirangkul sehingga memudahkan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan menjelang dan saat pilkada nanti.
“Hal ini bertujuan untuk mengeliminir potensi konflik yang akan terjadi saat pilkada nanti,” kata mantan Kapolda Sulawesi Tenggara itu.
Ia berharap setiap pendukung bakal calon pasangan kepala daerah bisa turut menjaga situasi yang kondusif di NTT, khususnya 10 kabupaten penyelenggara pilkada serta di Kota Kupang yang akan diselenggarakan pilgub. (Ant/SU01)
