Cukong Ilegal Logging Kabur ke Luar Negeri

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Cukong yang mendanai pembalakan liar (illegal logging) di kawasan Kelompok Hutan Mereje Bonga, Registrasi Tanah Kehutanan (RTK-13), Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, diduga kabur ke luar negeri.

Ketua Tim Satgas Penyidik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Astan Wirya di Mataram, Selasa (10/10), mengatakan dugaan kaburnya cukong berinisial SA (33) asal kawasan setempat berdasarkan informasi yang diperoleh tim dari hasil pengembangan di lapangan.

“Menurut informasi, yang bersangkutan sudah tidak di sana (lokasi) lagi, katanya kabur ke luar negeri,” kata Astan Wirya.

Peran cukong yang mendanai kegiatan pembalakan liar ini, mengarah pada SA berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi, termasuk tiga supir truk yang mengangkut kayu gelondongan jenis sonokeling sebanyak 128 log ke luar dari dalam kawasan RTK-13.

Bahkan dalam upaya menindak tegas otak dari kasus pembalakan liar ini, tim telah memanggil SA. Pemanggilan ditujukan ke alamat yang diperoleh dari hasil penyelidikan lapangan.

“Sampai dua kali pemanggilan, yang bersangkutan belum juga muncul,” ujarnya.

Namun dalam kasus ini, kata dia, penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan tiga supir truk yang membawa kayu sebagai tersangka. Ketiga tersangka dengan inisial MJ, JL, dan SD, diduga sebagai pihak yang turut bertanggung jawab dalam kasus pembalakan liar tersebut.

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena kayu yang diketahui berasal dari dalam kawasan hutan negara itu berada dalam penguasaannya,” kata Astan.

Meskipun diberi keringanan untuk wajib lapor, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 83 ayat 1 huruf b juncto pasal 12 huruf e dan atau pasal 16 jo pasal 88 Ayat 1 huruf a dan atau pasal 87 Ayat 1 huruf e jo pasal 12 huruf m Undang-Undang RI Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

“Sesuai pasal yang disangkakan, mereka (tiga supir) terancam pidana penjara lima tahun,” ucapnya. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER