Berkedok Tawarkan Beasiswa Siswa Berprestasi, Penipu Ini Bereaksi di Jembrana

Namun guru yang hendak dipinjam nomor rekeningnya tersebut waspada, dan mengingatkan jika hal itu adalah penipuan, karena tidak ada beasiswa yang bisa dititipkan ke rekening orang lain.

“Saya seperti orang tidak sadar. Setelah teman saya mengingatkan sambil menggebrak meja baru saya sadar. Untung belum terjadi apa-apa,” katanya.

Dari beberapa orang tua murid lain yang dihubungi, seluruhnya mengaku, pelaku memberikan syarat rekening yang akan digunakan untuk menampung beasiswa tersebut harus berisi uang.

Terkait dengan pelaku yang tahu nomer telepon orang tua murid termasuk nama guru, Hidayati menduga, data itu diperoleh setelah pelaku mengirimkan surat palsu seolah-olah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama ke email sekolah.

“Dalam surat itu dikatakan, Kementerian Agama akan memberikan beasiswa kepada lima murid dengan nilai tertinggi di masing-masing kelas. Untuk MI kami sudah mengirimkan data 30 anak, sehingga saat sadar itu penipuan, kami segera menghubungi orang tua anak-anak tersebut,” katanya.

Data itu, menurutnya, meliputi nama murid beserta nomer handphone orang tua, serta identitas dua guru pendamping, yang belakangan oleh pelaku dimanfaatkan dengan mengaku sebagai guru pendampin tersebut.

Saat dicek dan dicocokkan dengan surat resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, surat dari terduga pelaku penipuan ini berbeda pada beberapa bagian surat. (Ant/SU01)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER