Beruntung, sebelum menuruti pelaku, ibu-ibu ini menghubungi salah seorang guru MI Darussalam dan mendapatkan penjelasan kalau hal tersebut modus penipuan.
Khawatir dengan uang di rekening yang berisi Rp9 juta, ibu yang tinggal di Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana ini langsung menarik seluruh uangnya.
“Kalau yang menghubungi ibu itu mengaku salah satu guru MI Darussalam, setelah dicek guru itu tidak merasa menghubungi dan nomer teleponnya juga beda,” katanya.
Istiana, warga Desa Cupel yang anaknya bersekolah di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Jembrana juga nyaris tertipu, saat ia dihubungi orang dan minta nomor rekening untuk menampung beasiswa anaknya.
Perempuan yang bekerja sebagai kepala raudhatul athfal (setingkat TK), sempat hendak meminjam nomor rekening kepada salah satu guru, karena pelaku minta rekening yang masih berisi uang.
“Sementara rekening saya tidak ada isinya. Saat bicara dengan pelaku, saya tidak bisa berpikir jernih seperti terhipnotis,” katanya.
