82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali.

“Dengan adanya angkutan umum ini dapat membantu para pengungsi, khususnya siswa-siswi yang mengungsi di sejumlah posko yang ada di Kabupaten Klungkung,” kata Bupati Klungkung, Bali, I Nyoman Suwirta, di Kabupaten Klungkung, Senin (25/9).

Ia mengharapkan, dengan adanya kemudahan kepada anak-anak pengungsi yang bersekolah terdekat di Kota Semarapura ini akan mendorong mereka bersemangat menuju sekolahnya, sehingga dapat mengenyam pendidikan sama layaknya dengan siswa-siswi di Kabupaten Klungkung.

“Kami menyiapkan angkutan gratis ini untuk memudahkan siswa-siswi kami dan para pengungsi untuk lebih mudah mengakses sarana pendidikan yang ada di daerah ini,” ujarnya lagi.

Suwirta mendaku (klaim), 82 unit angkutan umum ini laik jalan dan sudah siap dioperasionalkan untuk melayani para pengungsi lainnya, selain siswa-siswi.

“Kami mohon para sopir angkot ini juga ikut membantu mengantar jemput anak-anak ke sekolah yang sudah dipilihnya,” katanya.

Untuk biaya operasional angkutan umum ini, ditanggung sepenuhnya Pemkab Klungkung dan pembiayaannya sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2017.

“Saya sudah memetakan untuk sekolah-sekolah terdekat yang dapat diakses para anak-anak pengungsi Gunung Agung agar mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.

Selain itu, Suwirta mengimbau kepada warga di Kabupaten Klungkung, agar siaga satu untuk berkumpul di salah satu Balai Banjar, apabila terjadi letusan Gunung Agung nantinya.

“Jangan sampai, warga kami ada yang tidak mendapat tempat dan harus mengungsi,” katanya.

Ia mengatakan, apabila masih ada pengungsi di Balai Banjar yang jumlahnya hanya sepuluh hingga 20 orang agar berkumpul di satu titik posko pengungsian, sehingga efektivitas titik pengungsi dalam radius aman dapat terbantu dalam kebutuhan logistiknya. (Ant/SU02)

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER