SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Menyikapi hasil survei PolMark Indonesia yang menyebutkan elektabilitas paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf hanya sebesar 40,4 persen, BPN Prabowo-Sandiaga menyimpulkan bahwa sebagai besar rakyat tidak menginginkan lagi Jokowi sebagai petahana menjabat untuk kedua kalinya.
“Hasil survei itu bacanya 60 persen rakyat tidak mau lagi memilih Pak Jokowi,” kata Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said di Semarang, Kamis (14/3).
Polmark dalam rilis survei yang dilakukannya pada tanggal 7 Oktober 2018 sampai 12 Februari 2019 menyebutkan elektabilitas pasangan Jokowi-KH Ma’ruf sebesar 40,4 persen, sementara Prabowo-Sandiaga hanya 25,8 persen atau selisih 14,6 persen. Sebanyak 33,8 persen calon pemilih belum menentukan pilihannya (undecided voters).
Sudirman mengatakan bahwa pasangan Prabowo-Sandi terus berupaya menyakinkan mayoritas rakyat Indonesia untuk memilih paslon nomor urut 02.
BPN Akan Gaet Undecided Voters Lewat Kampanye Door to Door

Menurut Sudirman, dengan cukup besarnya undecided voters tersebut akan menjadi kekuatan tambahan bagi Prabowo-Sandiaga dalam memenangi Pilpres 2019.
BPN, kata Sudirman, akan melakukan strategi door to door untuk mendapatkan dukungan undecided voters yang merupakan kalangan terdidik.
“Kemudian memperkuat relawan untuk menggaet swing voter sebab porsi yang belum memutuskan masih besar. Itu yang akan menjadi target utama kami, baik melalui komunikasi lewat udara maupun komunikasi people to people,” tukasnya.
