SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 47 TPS di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur terancam tidak bisa melakukan pemilihan dalam Pilkada dan Pilgub Jatim 2018. Pasalnya sebagian besar Narapidana identitasnya tidak jelas.
Divisi Perencanaan dan Data Komisioner KPI Jatim, Choirul Anam menyebut bahwa sebelumnya KPU telah melakukan perencanaan awal Daftar Pemilih Sementara sebesar 68.084 TPS, namun dari hasil pemutakhiran terakhir hanya disiapkan 67.650 TPS.
“Pada rencana awal 68 ribuan berkurang menjadi 67 ribu TPS, dan terutama yang mengalami kekurangan di TPS Lapas. Ada 47 TPS di lapas dan penghuni lapas terancam tidak bisa memilih,” ujar Choirul di Surabaya, Rabu (11/4).
Diungkapkan Choirul, setelah dilakukan pemutakhiran ternyata para penghuni lapas tersebut banyak yang tidak memiliki identitas, bahkan saat di crosscek ke Dispendukcapil, tidak ada NIK dan Kartu Keluarga.
“Maka jelas berpotensi TPS dikurangi, jadi ada pencoretan dan memang rill banyak yang tidak ada identitasnya,” ungkapnya.
Dia menambahkan berdasarkan Daftar Pemilih Terakhir ada sekitar 30 juta pemilih Jatim, namun diprediksi jumlah tersebut akan berkurang.
“Hal ini (karena) banyak ditemukan sejumlah identitas tidak jelas, seperti ada temuan identitas ganda, meninggal dunia, perpindahan profesi, belum diupdate ulang dan yang paling dominan ada sekitar 922 ribu pemilih di Jatim identitasnya gak jelas, namun kemungkinan juga bisa bertambah dan berkurang,” pungkasnya. (Devan/Hrn)
