PROBOLINGGO, SERUJI.CO.ID – Ketua Himpunan Mayarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo Buhar mengatakan stok garam di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dipastikan aman selama musim hujan di wilayah setempat.
“Stok garam di Kabupaten Probolinggo aman hingga musim kemarau nanti karena banyak stok garam yang disimpan petani di gudang,” katanya di Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/2).
Menurutnya stok garam di gudangnya sebanyak 150 ton, kemudian stok garam di Kecamatan Gending sekitar 350 ton dan ditambah stok dari kecamatan lain yang juga sentra penghasil garam di Probolinggo.
“Saya juga mengimbau kepada petani garam, agar memprioritaskan penjualan garam di wilayah lokal, sehingga Kabupaten Probolinggo tidak sampai mengalami kelangkaan garam,” tuturnya.
Selama musim hujan, lanjut dia, banyak petani garam yang kesulitan berproduksi dan di sisi lain stok garam di gudang penyimpanan rawan diterjang banjir karena tingginya curah hujan di Kabupaten Probolinggo.
“Hujan deras di Probolinggo sejak pekan lalu menimbulkan banjir di beberapa wilayah, termasuk di desa saya yakni Desa Pajurangan dan desa lain, terutama di Kecamatan Dringu dan Gending,” katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya sudah mengantisipasi datangnya banjir tersebut dengan meninggikan pondasi gudang penyimpanan garam dan hal itu juga dilakukan petani garam lainnya di Kabupaten Probolinggo.
“Biasanya peninggian pondasi itu dilakukan tahun lalu saat musim kemarau, sehingga ketika banjir menerjang di musim hujan, maka petani bisa lebih tenang. Pondasi gudang rata-rata memiliki tinggi 1 meter di atas permukaan tanah,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut dia, banjir genangan yang terjadi maksimal setinggi 70 cm di kawasan gudang, sehingga stok garam yang disimpan di gudang masih aman dan pihaknya sudah menyosialisasikan kepada petani garam terkait hal tersebut.
Sementara itu, produksi garam di Kabupaten Probolinggo dilakukan di tambak seluas 315,3 hektare yang tersebar di 11 desa yang berada di empat Kecamatan dan kebutuhan garam konsumsi di tingkat lokal sebesar 3.100 ton, kemudian untuk usaha perikanan pengasinan dan lain-lain sebanyak 2.149 ton per tahun.
“Garam juga dibutuhkan oleh peternak di Probolinggo dengan kebutuhan 600 ton garam per tahun,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Aziz.
Sisa produksinya, lanjut dia, biasanya dikirim ke luar daerah di area Tapal Kuda, Jawa Tengah dan Provinsi Bali karena Probolinggo merupakan daerah sentra garam.
“Kami memasok garam untuk Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, hingga Bali. Tahun ini juga akan sama dan kelebihan produksi dijual ke luar daerah,” tuturnya. (Ant/Su02)
