PWNU Jatim Himbau Masyarakat Berhati-hati dalam Bermedsos

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah, menghimbau masyarakat untuk selektif dan hati-hati dalam menyerap informasi di media sosial.

“Saya selaku pimpinan PWNU menghimbau pada masyarakat, agar supaya berhati-hati dalam mencerna berita yang ada di medsos, karena kita yakin disitu ada distorsi berita, sengaja dibuat agar situasi menjadi keruh,” kata ketua PWNU Jatim ini seusai simposium perdamaian di auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, di jalan Ahmad Yani no. 117 Surabaya, Selasa (20/2).

Terkait kasus penyerangan ulama yang sering terjadi belakangan ini, ia berharap masyarakat jangan paranoid.

“Saya menghimbau agar masyarakat mempercayakan masalah ini pada aparat kepolisian, yang memegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat, kita jangan paranoid terhadap apapun,” katanya.

Atas berbagai kasus yang terjadi, KH Mutawakkil berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

“Jadi kalau saya mengatakan takut ya tidak, tidak perduli ya tidak mungkin, posisi kita zaman sekarang adalah kewaspadaan dan kehati-hatian serta berdoa pada Allah agar bangsa ini tetap utuh dan aman, terutama Jatim, yang menjadi barometer kemanan nasional,” lugasnya.

Terkait kasus penyerangan KH Abdul Hakam Mubarok di Lamongan, kiai asal Probolinggo mengaku telah mengkonfirmasi kasus tersebut langsung ke yang bersangkutan.

“Tapi menurut, KH Abdul Hakam, beliau merasa bersalah menyuruh pergi orang gila itu terlalu kasar, sehingga secara spontan beliau dikejar, jadi ini murni kausalitas,” tandasnya. (Luh/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER